Kisruh rumah tangga Venna Melinda dan Ferry Irawan bergulir semakin panas. Bahkan belum lama ini kubu Venna mengancam akan melaporkan pihak Ferry yang dianggap menyebar hoaks soal intimidasi pengakuan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Karena itulah video unggahan kanal YouTube HITZ MAKER berikut ini seketika menjadi viral, lantaran mengklaim Venna kepergok dicium keningnya oleh Ferry kala berkunjung diam-diam ke Polda Jawa Timur.
Bahkan yang mengejutkan, video juga memunculkan spekulasi bahwa KDRT yang terjadi hanya prank belaka.
"Venna Melinda Kepergok Adegan Cium Kening Saat Kunjungi Ferry Irawan di Polda Jatim, KDRT Cuma Prank?" seperti itulah judul dari videonya, dikutip pada Sabtu (11/3/2023).
Sementara thumbnail-nya memperlihatkan foto kala keduanya masih akur, di mana Ferry mengecup mesra kening ibunda Verrell Bramasta dan Athalla Naufal tersebut.
"Venna Temui Ferry! Kaget, Masih Cium Kening?" begitulah narasi yang tertera di thumbnail.
Lantas, benarkah informasi di video tersebut?
PENJELASAN
Berdasarkan penelusuran, video berdurasi 3 menit 21 detik itu ternyata menarasikan artikel online yang diangkat dari pernyataan salah satu kuasa hukum Ferry Irawan.
Baca Juga: Bantah Umroh Pakai Uang Curian, Angga Wijaya Bongkar Sumber Pendapatan Fantastisnya
Salah satu kuasa hukum Ferry itu mengklaim kliennya sempat menunjukkan kemesraan kala Venna berkunjung ke Rutan Polda Jatim. Sebelumnya Sunan Kalijaga mengklaim kunjungan ini dilakukan Venna tanpa didampingi kuasa hukum.
"Coba tanyakan mereka, betul enggak ada cium kening gitu?" seperti itulah salah satu pernyataan yang disampaikan kuasa hukum Ferry perihal kemesraan yang diperlihatkan saat kunjungan.
Namun diketahui pula pihak Venna menepis narasi yang beredar. Venna menegaskan dirinya ke Polda Jatim dalam rangka melengkapi berkas kasus KDRT dan saat itu akhirnya dipertemukan dengan Ferry.
Usut punya usut Ferry rupanya mengajukan restorative justice atas kasus KDRT yang menjeratnya, tetapi upaya itu juga berakhir nihil.
Kubu Venna juga menepis narasi bahwa dirinya mengintimidasi Ferry agar mengakui melakukan KDRT. Pihak Venna menyebut pengakuan Ferry yang dilakukan tanpa paksaan dan intimidasi adalah salah satu pertimbangan untuk mendapatkan restorative justice.
KESIMPULAN