Hingga kini kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara masih menjadi sorotan.
Tidak sedikit warga sekitar menjadi korban dari kebakaran tersebut.
Berbagai berita miring pun beredar terkait para pejabat Pertamina yang disebut harusnya bertanggung jawab.
Salah satunya dari video viral yang beredar dengan judul Ahok Syok!! Erick Tohir Perintah Kapolri Usut Tuntas Kebak4ran Depo Pertamina.
Seperti diketahui, Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok merupakan Komisaris Utama PT Pertamina.
Thumbnail dari video berjudul Siap-siap Dipenjara Lagi Terungkap Dalang Kebakaran Depo Pertamina Plumpang.
Gambar yang ditampilkan adalah seorang pria berpakaian oranye dengan wajah Ahok digiring ke sel penjara oleh petugas kepolisian.
Berdurasi lebih dari delapan menit, video tersebut telah disaksikan sebanyak lebih dari enam ribu kali.
Lantas, benarkah kabar tersebut?
Baca Juga: Krisdayanti Nonton Konser BLACKPINK Ajak Putrinya, Driver dan Babysitter Ikut Bersukaria
Berdasarkan penelusuran tim Metro Suara, Ahok memang pernah dipenjara pada 2017 lalu.
Akan tetapi thumbnail yang ditampilkan bukan wajah Ahok.
Video di atas sangat diragukana kebenarannya karena dari awal video berisikan berbagai pernyataan Erick Tohir yang menjabat Ketua Umum PSSI.
Meskipun ada bahasan soal kinerja Ahok dalam video tersebut, tetapi tidak ada informasi yang mengarahkan Ahok mengalami Syok karena laporan Erick Tohir.
Seperti diketahui, hingga kini pihak kepolisian masih terus menyelidiki kasus kebakaran tersebut.
Namun, tidak ada satupun nama pejabat Pertamina yang disinggung seperti dalam video tersebut.
KESIMPULAN
Berdasarkan dari semua beberan informasi yang ada, video di atas merupakan tidak benar dan sifatnya hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].