BRIN: Pembentukan Satu Kalender Islam di Indonesia Sukar Terwujud, Otoritas Dipegang Ormas

Metro Suara.Com
Kamis, 16 Maret 2023 | 20:42 WIB
BRIN: Pembentukan Satu Kalender Islam di Indonesia Sukar Terwujud, Otoritas Dipegang Ormas
Peneliti BRIN mengatakan pembentukan satu kalender Islam di Indonesia sukar terwujud. Foto: Pantauan Hilal 1 Syawal. (Suara.com/Alfian Winanto)

Pakar Astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Thomas Djamaludin menilai pembentukan satu Kalender Islam di Indonesia sukar terwujud karena otoritas masih berada di tangan ormas-ormas Islam.

Selain itu Thomas, yang juga mantan Kepala Lapan, mengatakan kriteria yang digunakan oleh masing-masing ormas juga berbeda satu dengan yang lainnya.

"Di Indonesia tak akan terwujud kalau otoritasnya masih ormas dan kriterianya masih beda-beda," kata Thomas seperti dilansir dari Antara, Kamis (16/3/2023).

Thomas juga mengatakan di Indonesia berlaku dua otoritas, yakni dari pemerintah dan ormas Islam. Artinya, penetapan bulan Kamariah/Hijriah didasarkan pada ketetapan masing-masing sesuai kriteria yang dipedomani.

Penetapan kalender Islam Global juga sukar terwujud, demikian lanjut Thomas.

"Kalender Global Islam itu menganggap satu wilayah di dunia sebagai satu hari atau satu tanggal. Tentu ada plus minusnya. Plusnya kita bisa menentukan bulan sama-sama tapi secara teknis ini sulit," ujar Thomas.

Thomas mengatakan ada tiga syarat yang mesti dipenuhi untuk mendapatkan satu kalender utama persatuan Islam yang mapan. Pertama, harus ada kesepakatan kriteria, kedua harus ada kesepakatan batas tanggal, dan ketiga ada otoritas tunggal.

Ia menjelaskan pedoman kriteria dalam penentuan Bulan Kamariah di Indonesia masih berbeda-beda di antara ormas Islam. Muhammadiyah menggunakan Wujudul Hilal untuk menentukan penanggalan, sementara Nahdlatul Ulama dan Persis memedomani Imkan Rukyat.

Adapun pemerintah melalui Kementerian Agama telah menggunakan kriteria baru yang disepakati Menteri-Menteri Agama dari Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dengan kriteria posisi bulan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat.

Imkan Rukyat yang digunakan sejumlah organisasi Islam disebut sama dengan kriteria MABIMS. Sementara kriteria Wujudul Hilal, bulan kamariah baru dimulai apabila pada hari ke-29 berjalan saat matahari terbenam terpenuhi tiga syarat berikut secara kumulatif, yaitu telah terjadi ijtimak, ijtimak terjadi sebelum Matahari terbenam, pada saat Matahari terbenam Bulan (piringan atasnya) masih di atas ufuk.

"Kemudian (syarat kedua), batas tanggal yang masih dilema, apakah menggunakan batas tanggal internasional atau batas tanggal kamariah (internasional lunar date line)," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI