- Kawasaki Kaze adalah bebek legendaris dengan teknologi blok silinder aluminium.
- Piston Kaze sangat diminati modifikator untuk bore-up motor harian.
- Fitur Kawasaki Kaze melampaui zamannya dibanding rival sekelas Astrea Grand.
Suara.com - Bagi "anak motor" angkatan 90-an, nama Kawasaki Kaze pasti membangkitkan memori tentang motor bebek yang tampilannya paling beda di parkiran.
Saat produsen lain sibuk dengan bodi ramping, Kaze hadir dengan bodi bongsor, mengotak, dan gagah.
Meski sudah 14 tahun berhenti diproduksi (terakhir tahun 2005), pesonanya tak pernah benar-benar padam.
Si "Angin" yang Melampaui Zaman
Meluncur pertama kali pada Maret 1995 melalui PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI), Kaze (yang berarti "Angin" dalam bahasa Jepang) hadir sebagai penantang serius Honda Astrea Grand.
Dibanderol Rp3.890.000 (OTR Jakarta) saat itu, Kaze membawa spesifikasi yang bikin kompetitornya minder.
Bayangkan saja, di saat bebek lain masih bermain di kelas 100cc, Kaze sudah menggendong mesin 111,6 cc.
Tenaganya mencapai 8,4 dk dengan torsi 9 Nm. Bukan sekadar besar, Kawasaki mengklaim mesin ini mengadopsi teknologi Superbike, yakni penggunaan blok silinder dari material aluminium.

Fitur Mewah yang Sering Terlupakan
Baca Juga: Motor Adventure Bekas Suzuki V-Strom 250 vs Kawasaki Versys 250, Mending Mana?
Jika kita bedah fiturnya, Kaze sebenarnya adalah motor yang "datang dari masa depan". Berikut beberapa fitur yang belum tentu ada di bebek lain kala itu:
- Double Bulb Headlamp: Lampu depan lebar dengan dua bohlam untuk penerangan maksimal.
- Spidometer Informatif: Sudah dilengkapi indikator posisi gigi (gear position).
- Kran Bensin "RES": Fitur cadangan bensin (RES) yang biasanya hanya ada di motor batangan.
- Dual Filter Oli: Menggunakan saringan sentrifugal pada poros engkol dan saringan sekunder pada poros kem untuk menjaga mesin tetap bersih.
Piston Kaze: Legenda yang Hidup di Dunia Modifikasi
Inilah bagian yang paling menarik. Meski motornya sudah jarang terlihat di jalan raya, komponen Piston Kawasaki Kaze justru makin dicari. Mengapa?
Di kalangan mekanik dan pencinta kecepatan, piston Kaze dianggap sebagai "harta karun".
Materialnya yang sangat kuat dan awet (durable) menjadikannya pilihan utama untuk melakukan bore-up pada motor lain, seperti Honda Grand atau Yamaha Jupiter.
Menggunakan piston Kaze adalah resep rahasia untuk mendapatkan tenaga ekstra tanpa harus mengorbankan ketahanan mesin untuk pemakaian harian.
Harga di Pasar Motor Bekas
Bagi Anda yang ingin memelihara "Si Angin" ini, harga Kawasaki Kaze di pasar motor bekas saat ini sangat bervariasi tergantung kondisi:
- Kondisi Bahan (Perlu Restorasi): Rp2.000.000 – Rp3.500.000.
- Kondisi Surat Lengkap & Mesin Sehat: Rp4.500.000 – Rp7.000.000.
- Kondisi Kolektor (Restorasi Total/Original): Bisa menyentuh angka Rp10.000.000 ke atas.
Kawasaki Kaze mungkin kalah dalam perang promosi di masa lalu, namun ia menang dalam hal warisan teknologi. Dari sasis yang kuat hingga piston legendarisnya, Kaze akan selalu punya tempat spesial di hati para pecinta otomotif Indonesia. Apakah Anda salah satu yang pernah merasakan "hembusan" angin dari motor ini?