Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengimbau agar pengurus masjid tidak lama-lama mengaji menggunakan speaker masjid sebelum adzan untuk menjaga kesyahduan ibadah.
Ini disampaikan JK saat ia juga meminta agar volume speaker masjid dikurangi, terutama di tengah bulan suci Ramadhan.
"Jangan terlalu lama, hanya boleh lima menit (mengaji sebelum adzan). Adzan itu kan sudah pemanggilan, harus menjaga kesyahduan," kata Jusuf Kalla seperti dilansir dari Antara, Jumat (24/3/2023).
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 ini mengatakan dalam masa transisi Indonesia dari pandemi menuju endemi pasca COVID-19, masjid di Indonesia saat ini sudah ramai dan tidak ada pembatasan jamaah.
Hal itu juga bersamaan dengan imbauan pemerintah untuk menghentikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Desember 2022 lalu.
"Luar biasa ini masjid-masjid di Indonesia di mana-mana ramai sekali, pemerintah sudah mengeluarkan surat pemberitahuan bulan Desember lalu, untuk PPKM, sehingga artinya orang sudah bebas," katanya.
Sebelumnya politikus Golkar itu meminta agar pengurus masjid mengecilkan volume speaker untuk menjaga kesyahduan, terlebih pada saat bulan Ramadhan.
"Tidak hanya di bulan Ramadhan, speaker jangan saling melampaui, maka itu dikecilkan volumenya sehingga tidak saling tabrakan. Adzan tidak saling tabrakan, karena adzan kalau masjid berdekatan semua adzannya terlalu keras kesyahduannya hilang," pinta dia.
Imbauan ini juga sebagai bagian dari program DMI untuk memakmurkan masjid, dan sudah gencar dilakukan di puluhan ribu masjid di Indonesia dengan melakukan perbaikan.
DMI juga menetapkan target untuk lima tahun ke depan semua masjid sudah memiliki pengeras suara yang baik dan dengan volume suara yang cukup agar tidak menghilangkan kesyahduan kumandang adzan.
Jusuf Kalla yang akrab dipanggil JK ini juga mendorong untuk para kaum muda untuk ikut memakmurkan masjid agar tetap nyaman digunakan beribadah, dengan membina remaja masjid untuk menjaga dan memelihara kebersihan masjid.
Sementara itu, jelang tahun politik, Jusuf Kalla meminta pada calon anggota legislatif maupun yang akan mencalonkan diri pada pemilu, agar tidak menjadikan masjid sebagai tempat untuk berkampanye agar tidak memecah belah umat.
"Tidak boleh sama sekali untuk berkampanye di masjid, kalau calon presiden, calon gubernur, calon bupati, atau calon DPR ingin shalat di masjid itu wajib, tidak boleh dilarang. Tapi datang tidak boleh bicara kampanye," ucapnya tegas. [Antara]
Jusuf Kalla: Jangan Terlalu Lama Mengaji Sebelum Adzan
Metro Suara.Com
Jum'at, 24 Maret 2023 | 20:47 WIB
Cari Tahu
Kumpulan Kuis Menarik
BERITA TERKAIT
Masuk Ramadhan, Jusuf Kalla Minta Volume Speaker Masjid Dikecilkan
24 Maret 2023 | 20:14 WIB WIBREKOMENDASI
TERKINI
Bisnis | 16:23 WIB
Lifestyle | 16:20 WIB
Bisnis | 16:17 WIB
Bisnis | 16:16 WIB
Lifestyle | 16:15 WIB
Your Say | 16:15 WIB
Sumbar | 16:15 WIB
Jawa Tengah | 16:07 WIB