Tiga Eksperimen Penting Akan Dilakukan di Indonesia saat Gerhana Bulan Hibrida 20 April

Metro

Jum'at, 07 April 2023 | 15:26 WIB
Tiga Eksperimen Penting Akan Dilakukan di Indonesia saat Gerhana Bulan Hibrida 20 April
Gerhana Matahari Hibrida akan terjadi di Indonesia 20 April 2023. ((Shutterstock))

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melaporkan bakal melakukan tiga eksperimen riset mengenai fenomena antariksa langka gerhana matahari hibrid yang melintasi wilayah Indonesia pada 20 April 2023.

Kepala Pusat Antariksa BRIN Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan pihaknya melakukan pengamatan lapangan di Pulau Biak, Provinsi Papua, lantaran daerah itu mengalami gerhana total.

"Kami berharap bisa mendapatkan data yang sangat berharga," ujarnya dalam konferensi pers di Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ), Jakarta Pusat, Kamis.

Tiga eksperimen yang dilakukan BRIN berupa perekaman fenomena korona matahari, penghitungan perubahan dari terang menjadi gelap, dan riset tentang perubahan dinamika ionosfer saat gerhana.

Emanuel menjelaskan riset tentang ionosfer itu sangat penting karena berdampak terhadap sistem komunikasi radio frekuensi tinggi atau high frequency.

BRIN bekerja sama dengan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut dalam melakukan riset mengenai ionosfer tersebut.

"Kami hanya melakukan tiga eksperimen kecil, tapi harapan kami ini bisa berdampak besar baik untuk riset di tempat kami maupun pada hal-hal terkait edukasi maupun kerja sama," kata Emanuel.

Gerhana matahari hibrida terjadi ketika dalam satu waktu fenomena gerhana ada daerah yang mengalami gerhana matahari total dan ada pula yang mengalami gerhana matahari cincin-penampakan itu tergantung dari lokasi pengamat. Kejadian itu disebabkan oleh lengkungan bumi.

Gerhana matahari hibrida pada 20 April 2023 mendatang adalah gerhana ke-52 dari total 80 gerhana dalam kategori siklus soros 129.

Fenomena antariksa itu bisa disaksikan mulai dari daerah Maluku, Papua Barat, dan Papua. Sedangkan sebagian besar daerah lain, termasuk Jakarta, hanya akan menyaksikan gerhana matahari parsial.

Persentase ketutupan piringan matahari saat puncak gerhana di Pulau Biak sebanyak 100 persen, Jakarta (Planetarium dan Observatorium Jakarta) sebanyak 38,9 persen, dan Anyer (Komplek Mercusuar Cikoneng) sebesar 36,2 persen.

Gerhana matahari di Biak, Provinsi Papua, berlangsung selama 3 jam 5 menit dengan durasi gerhana matahari total hanya 58 detik.

Sedangkan di Jakarta, durasi kontak awal sampai akhir berlangsung selama 2 jam 37 menit. Sementara di Anyer, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, durasi gerhana berlangsung selama 2 jam 33 menit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gerhana Matahari Hibrida Terjadi Jelang Lebaran, Indonesia Beruntung Banget

Gerhana Matahari Hibrida Terjadi Jelang Lebaran, Indonesia Beruntung Banget

Metro | Jum'at, 07 April 2023 | 15:20 WIB

3 Dokumenter tentang Eksperimen yang Dilakukan pada Manusia, Berani Nonton?

3 Dokumenter tentang Eksperimen yang Dilakukan pada Manusia, Berani Nonton?

Your Say | Jum'at, 31 Maret 2023 | 16:52 WIB

Ramaikan Ramadhan 2023, Apa Itu Gerhana Matahari Hibrida?

Ramaikan Ramadhan 2023, Apa Itu Gerhana Matahari Hibrida?

Tekno | Jum'at, 24 Maret 2023 | 18:30 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×