Saat sedang menjalankan ibadah puasa, seorang umat Islam tanpa disadari sering melakukan perbuatan yang bisa membuat pahala puasanya berkurang bahkan hangus. Perbuatan dosa tersebut misalnya ghibah atau menggunjing orang lain.
Dikutip pekanbaru.suara.com melalui tayangan kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan perkara ghibah saat puasa. Pendakwah kondang ini menegaskan bahwasanya menggunjing orang lain masuk ke dalam dosa besar.
Pemilik Pondok Pesantren Al-Bahjah ini lantas menganalogikan bahwa akan lebih mudah menggerebek orang yang mabuk-mabukan dan maksiat ketimbang menggerebek orang yang sedang berghibah.
"Tetapi ada satu dosa yang tidak kita sadari. Padahal dosa itu gede banget," kata Buya Yahya.
"Cuma nggak ada yang gerebek. Sehingga taubatnya juga susah, dan berbuat dosanya gampang banget yaitu dosa menggunjing," sambungnya.
Dalam dakwahnya, Buya Yahya juga mengungkap level tertinggi dari ghibah, yaitu fitnah. Berghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Bahkan, sangat jarang ada seseorang yang sanggup menghentikan orang yang sedang berghibah.
Hal ini pun membuktikan bahwa menggunjing orang saat ini sudah seperti kebiasaan yang dilakukan oleh umat muslim. Lagi-lagi, Buya Yahya menegaskan bahwa berghibah bisa menghilangkan pahala seorang muslim, apalagi bagi yang sedang berpuasa.
"Kalau dulu ada, tetapi terbatas. Menggunjing tanpa disadari bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Bahkan di mimbar pun bisa. Seperti menggunjing zina dan dosa zina," terang Buya Yahya.
"Dosa gunjing ini besar. Jangan main-main karena bisa menghabiskan pahala. Makanya jika kita digunjingkan orang lain, maka dia telah memberikan pahala untuk kita," tambah Buya Yahya.
Baca Juga: OJC Auto Course, Kursus Mekanik Mobil Andalan Calon Mekanik Muda