Nama Raffi Ahmad belakangan ini terseret dalam kasus pencucian uang Rafael Alun. Belakangan, beredar kabar bahwa suami Nagita Slavina itu telah ditahan oleh pihak kepolisian.
Tak hanya itu, penahanan Sultan Andara tersebut juga berimbas kepada sang istri. Dikabarkan tas mewah dan barang-barang mewah lainnya milik Nagita Slavina disita oleh KPK.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube Target Artis yang mengunggah video singkat berjudul "RAFFI RESMI DI AMANKAN POLISI! HINGGA KPK SITA TAS MEWAH NAGITA, ISTRI RAFFI AHMAD MARAH TAK TERIMA?"
Dalam thumbnail terdapat narasi yang berbunyi, "Barang-barang Mewah Gigi Disita KPK. KPK Temukan Barang Bukti di Rumah Raffi Hingga Sita Tas Mewah Nagita Slavina Marah saat KPK Sita Semua Tas Mewah Miliknya".
Foto yang digunakan memperlihatkan Raffi Ahmad dikawal oleh anggota kepolisian dan Nagita Slavina.
Video tersebut hingga kini ditonton sebanyak lebih dari 3.100 penayangan. Tetapi, benarkah polisi resmi menahan Raffi Ahmad hingga KPK menyita tas mewah Nagita Slavina?
CEK FAKTA:
Kabar yang dibagikan oleh kanal YouTube tersebut merupakan informasi yang salah. Dalam video berdurasi 3 menit 10 detik tersebut, narator hanya menjelaskan kronologi Raffi Ahmad yang diduga terlibat dalam kasus pencucian uang Rafael Alun.
Namun, hingga akhir video tidak ada bukti valid ataupun penjelasan secara resmi yang menyatakan bahwa Raffi Ahmad ditahan polisi ataupun KPK menyita tas mewah milik Nagita Slavina.
Sebaliknya, dalam video tersebut Raffi Ahmad mengaku tak mengenal Rafael Alun. Sultan Andara itu juga santai dengan kasus yang menyeret namanya itu.
Pengunggah video sengaja menuliskan judul yang dapat menggiring opini dan asumsi menyesatkan.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Raffi Ahmad ditahan polisi hingga KPK sita tas mewah Nagita Slavina merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].