Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, Reihana terus menjadi sorotan.
Usai kerap flexing barang-barang bermerek, memicu KPK memanggil Reihana.
Namun, belakangan ini beredar kabar putri Kadinkes Lampung itu ikut terseret karena terbukti terlibat korupsi besar.
Kabar tersebut disapaikan lewat video yang diunggah di channel YouTube Populer News.
"Putri Kadinkes Lampung Ikut Di SeretTerbukti Terlibat Korupsi Besar" tulis judul video.
Sampul video memperlihatkan foto seorang wanita mengenakan pakaian tahanan yang diklaim sebagai putri Kadinkes Lampung, dikawal petugas.
"Putri Kadinkes Lampung Terseret Terbukti Terlibat Korupsi hingga Milyaran Rupiah," narasi keterangan sampul video.
Sampai berita diturunkan, Rabu (3/5/2023), video ini telah ditonton sebanyak lebih dari 27.000 kali.
Namun, benarkah kabar tersebut?
CEK FAKTA
Usai tim Metro Suara melakukan penelusuran, ada ketidaksesuaian antara sampul, judul, dan isi video.
Informasi yang disampaikan salah.
Di awal video, terdapat potongan komentar terhadap gaya hidup mewah dan pamer harta yang diterapkan para oknum pejabat.
Disebutkan, LHKPN masih menelusuri harta milik Reihana karena ada ketidakcocokan harta kepemilikannya.
Harta Reihana disebutkan narator terlalu sedikit dan ada kemungkinan diundang untuk klarifikasi oleh KPK.
Diakhir video, narator menyebutkan harta yang diklaim milik Reihana.
Faktanya, KPK akan memanggil Kepala Dinas Kesehatan atau Kadinkes Lampung Reihana untuk klarifikasi LHKPN.
Namun, hingga akhir video tidak ada informasi valid seputar putri Kadinkes Lampung itu yang ikut diseret karena terbukti terlibat korupsi.
Sampul video pun terlihat merupakan hasil rekayasa yang menggiring opini menyesatkan.
KESIMPULAN
Berdasarkan uraian di atas, video berjudul "Putri Kadinkes Lampung Ikut Di SeretTerbukti Terlibat Korupsi Besar" adalah hoaks alias tidak benar.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].