Narasi menyatakan permintaan Thailand untuk tanding lagi lawan Indonesia karena Timnasnya kalah saat lawan Timnas negara kita.
Dalam final cabang olah raga (cabor) sepak bola putra SEA Games 2023, Tim Nasional atau Timnas Indonesia menang atas Timnas Thailand dengan skor 5-2. Dalam sebuah laga yang diwarnai baku hantam, serta ganjaran kartu merah sampai kehabisan pemain di lapangan.
Dikutip dari Bandung.Suara.com, di kanal YouTube akun bernama Warta Informasi mengunggah video berjudul "Lawak || Thailand Ngajak Rematch".
Diunggah pada Minggu (21/5/2023), kalimat di thumnbnail adalah "NGAJAK TANDING ULANG THAILAND AUTO JADI BAHAN EJEKAN".
Dalam video berdurasi 5 menit, 19 detik itu pembukanya adalah cuplikan wawancara salah satu pemain Thailand.
Berikutnya pihak Timnas Indonesia yang mengatakan bahwa Thailand tidak mau menerima kekalahan 2-1, sehingga diberi 5-2 oleh Indonesia.
Berikutnya pernyataan Ketua Umum PSSI Erick Thohir terkait persiapan Timnas Indonesia di ajang ASEAN Games.
Dilanjutkan dengan ucapan selamat dari Presiden Jokowi dan video arak-arakan menyambut Timnas Indonesia.
Selanjutnya adalah potongan video tentang penyambutan para atlet Indonesia peraih medali di SEA Games 2023. Ada Forum Akademisi Pencinta Sepak Bola Indonesia (FAPSI) yang melakukan aksi teatrikal di Bundaran HI menunggu iring-iringan Timnas Indonesia datang. Mereka membawakan cerita tentang laga kontra Indonesia vs Thailand di SEA Games 2023.
Narator juga membacakan skrip bahwa kemenangan Timnas U-22 Indonesia di ajang SEA Games 2023 di cabor sepak bola adalah pertama kalinya setelah 32 tahun.
PENJELASAN
Ditelusuri Bandung.Suara.com, tidak terdapat bukti kredibel dan pernyataan langsung tentang adanya keinginan Thailand untuk rematch atau tanding lagi lawan Timnas Indpnesia.
Tidak ada sumber data resmi memberikan pernyataan tanding ulang ini pula.
KESIMPULAN
Video berjudul "Lawak || Thailand Ngajak Rematch" memiliki konten dengan koneksi yang salah atau false connection, di mana judul dan materi tidak saling mendukung.
Catatan Redaksi
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].