Putri Candrawathi dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Namun belakangan, beredar kabar Putri Candrawathi hamil di dalam penjara.
Diduga itu adalah anak perselingkuhannya dengan Kuat Maruf. Sebelumnya, selama persidangan Putri Candrawathi diduga memiliki hubungan gelap dengan Kuat Ma'ruf namun hal itu tidak terbukti.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube PORTAL JURNALIS yang mengunggah video berjudul "Menjijikkan! Dihamili Om Kuat, Ternyata Putri Candrawathi Benar-benar Selingkuh Dengan Sopir".
Dalam thumbnail video, terdapat keterangan berbunyi, "Tak Kuat Menahan Nafsunya, Putri Candrawathi Dihamili Om Kuat Dipenjara".
Tampak seorang perempuan mengenakan baju tahanan memperlihatkan perut buncitnya dari balik jeruji besi. Sementara itu, Kuat Ma'ruf dikawal oleh anggota kepolisian dan dimintai keteragan.
Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 2.700 penayangan. Namun, benarkah Putri Candrawathi hamil di dalam penjara?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 2 menit 46 detik tersebut, tidak ada bukti valid ataupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Putri Candrawathi dihamili oleh Kuat Ma'ruf di dalam penjara.
Narator dalam video justru memberikan informasi hoaks terkait dugaan adanya hubungan terlarang antara Kuat Ma'ruf dan Putri Candrawathi.
Baca Juga: Cetak Gol untuk Al Nassr, Cristiano Ronaldo Lakukan Selebrasi Sujud Syukur seperti Timnas Indonesia
Namun hingga akhir video, narator sama sekali tidak memberikan penjelasan kredibel terkait klaim Putri Candrawathi hamil di dalam penjara, sebagaimana yang tertera pada judul.
Isi video tidak memiliki keselarasan dengan judul unggahan. Selain itu, foto yang digunakan pun palsu. Faktanya, sosok perempuan tersebut bukanlah Putri Candrawathi.
Kesimpulan:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Putri Candrawathi hamil akibat selingkuh dengan Kuat Ma'ruf di dalam penjara merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].