Anak buah dari pimpinan Ponpes Al Zaytun, Panji Gumilang dikabarkan diringkus oleh polisi. Hal itu mengungkap bahwa Ponpes Al Zaytun ternyata menjadi sarang para teroris.
Kabar tersebut dibagikan oleh kanal YouTube BENANG MERAH yang mengunggah video berjudul "TEPAT SORE INI, ANAK BUAH PANJI GUMILANG DIT4NGKAP TENYATA ANGGOTA T3R0R15".
Dalam thumbnail video terdapat keterangan yang berbunyi, "DITANGKAP BERJAMAAH, TERNYATA PONPES AL ZAYTUN JADI TEMPAT PARA TERORIS".
Terlihat setidaknya delapan orang mengenakan baju tahanan dan menghadap ke belakang. Sementara beberapa pihak berwajib tampak tengah memberikan klarifikasi.
Video itu hingga kini telah ditonton sebanyak lebih dari 1.800 penayangan. Namun, benarkah Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris?
CEK FAKTA:
Klaim yang menyebut anak buah Panji Gumilang ditangkap dan terungkap Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris adalah informasi salah.
Narator dalam video berdurasi 8 menit 7 detik di atas hanya membahas tentang Panji Gumilang yang diduga melakukan tindakan penistaan agama.
Selain itu, banyak kontroversi yang terjadi di pondok pesantren tersebut, seperti bergabung ke dalam Negara Islam Indonesia (NII).
Baca Juga: Jokowi Emoh Persaingan Politik Pilpres 2024 Malah Ganggu Program Pemerintah
Namun hingga akhir video, tidak ada bukti valid maupun penjelasan akurat yang menyatakan bahwa anak buah Panji Gumilang ditangkap maupun adanya indikasi kuat soal sarang teroris di Ponpes Al Zaytun.
Foto yang ditampilkan pada thumbnail pun hanya editan yang telah dimanipulasi. Isi video terbukti tidak sesuai dengan judul yang tertera.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar anak buah Panji Gumilang ditangkap dan Ponpes Al Zaytun menjadi sarang teroris merupakan berita palsu atau hoaks.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.