Aksi grafiti coret-coret membubuhkan nama pakai paku di tembok-tembok tua tempat wisata ini buat apa? Hanya merusak lingkungan saja.
Beberapa saat lalu, di media sosial beredar salah satu kabar viral internasional: dua turis di tempat wisata Colosseum, Roma, Italia direkam pengunjung lain karena tindakan tidak bertanggungjawab, sekaligus tidak beretika di lokasi tujuan wisata.
Keduanya, pasangan lelaki dan perempuan kedapatan membawa semacam paku yang dipakai buat aksi grafiti, menuliskan nama dan angka--bisa tanggal datang atau tanggal lahir--dan terus beraksi dengan asyik, tidak peduli bila aksi diviralkan.
Saat perekam mendekat keduanya bergeming, diam saja sembari terus melanjutkan keasyikannya mencoret-coret, mengabaikan permintaan agar berhenti bikin grafiti.
Akhirnya video itu viral saat diunggah ke media sosial. Di antara mereka yang melayangkan komentar, ada yang menyayangkan keputusan pengunggah membuat bagian wajah kedua pelaku diblur.
"Mengapa bagian wajah mesti diblur? Mengapa takut, ayo unggah lagi yang lebih jelas, biar semua tahu orangnya siapa, dan bisa ditangkap beramai-ramai," demikian salah satu bunyi tulisan tanggapan unggahan viral grafiti Colosseum Roma itu.
Beruntung, pihak berwajib Italia bergerak cepat. Kasus grafiti ini bisa ditangani.
Akan tetapi, sayangnya, perilaku oknum wisatawan tidak terpuji itu belum bikin kapok yang lain. Atau malahan jadi inspirasi. Sekira seminggu kemudian, aksi grafiti di Colosseum Roma terjadi lagi. Kali ini dilakukan turis perempuan asal Swiss, yang masih berusia belasan tahun.
![Aksi grafiti yang dilakukan turis di Colosseum Roma, Italia, di waktu berbeda. Atas: kejadian yang viral di media sosial. Bawah: kejadian seminggu kemudian, juga dilakukan tanpa peduli direkam [[screenshot TikTok @ITVNews]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/07/19/1-aksi-grafiti-yang-dilakukan-turis-di-colosseum-roma-italia-di-waktu-berbeda-atas-kejadian-yang-viral-di-media-sosial-bawah-kejadian-seminggu-kemudian-juga-dilakukan-tanpa-peduli-direkam.jpg)
Dikutip dari ITV News lewat TikTok @ITVNews terverifikasi centang biru, wisatawan tidak bertanggung jawab yang melakukan grafiti di Colosseum Roma itu bisa dikenai denda besar, di atas GBP 11.000, serta denda kurungan lima tahun penjara.
Semoga kebijakan memberikan denda besar dan hukuman bui atau penjara bisa menjadi imbauan dan rambu bagi siapa saja yang ingin berwisata, sehingga citra turis tidak tercoreng.
Menjadi traveller atau turis atau wisatawan punya konsekuensi ikut bertanggungjawab menjaga tempat yang didatangi. Seperti motto mereka yang suka travelling: tidak mengambil apapun kecuali foto, dan tidak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki (take nothing but pictures, leave nothing but footprints).