Semenjak saat itu, hubungan antara Shin Tae-yong dengan Indra Sjafri sempat renggang. Bahkan, kedua pihak sempat berbalas kritik pedas di media.
4. Paul Munster
![Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster [(dok. Bhayangkara FC)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/09/1-pelatih-bhayangkara-fc-paul-munster-dalam-jumpa-pers-sehari-jelang-laga-pekan-ketiga-liga-1-2020-kontra-persija-jakarta-dok-bhayangkara-fc.jpg)
Selain itu, ada pula mantan pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster.
Dia sempat mempertanyakan keputusan pelatih asal Korea Selatan tersebut yang memanggil dua pemainnya, Evan Dimas dan Adam Alis, untuk menghadapi play-off Kualifikasi Piala Asia 2023.
Padahal, menurut Paul, dua anak asuhnya tersebut bukanlah pemain reguler yang mengisi daftar 11 pemain utama Bhayangkara FC setelah keduanya sempat diterpa cedera.
Menurut Paul, keputusan Shin memanggil dua pemain itu terasa ganjil.
5. Haruna Soemitro
![Shin Tae-yong dan Haruna Soemitro [(Kolase foto)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/25/1-shin-tae-yong-dan-haruna-soemitro-kolase-foto.jpg)
Salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Haruna Soemitro, juga menjadi pihak yang pernah melontarkan kritik keras kepada Shin Tae-yong.
Hal ini terutama karena Haruna merasa kesal dengan frasa ‘percaya proses’ yang kerap digunakan untuk mendukung Shin Tae-yong.
Menurut Haruna, hal yang terpenting dalam sepak bola adalah hasil, bukan proses.
“Tidak penting itu sebuah proses. Yang paling penting adalah hasil. Apa pun latihannya kalau tidak juara, ya belum dikatakan juara. Indonesia sudah enam kali masuk final Piala AFF. Kalau sekarang tetap runner-up, ya bukan prestasi,” ucapnya.
Demikian deretan nama pengkritik Shin Tae-yong yang kini sukses membawa Timnas U-23 Indonesia menuju final di Piala AFF 2023.