FIFA dikabarkan mendatangi Indonesia guna mengecek kondisi Timnas Indonesia dan mendukung agar Indonesia keluar dari AFF. Namun sayangnya, dukungan ini membuat tiga negara di Asia Tenggara juga turut keluar dari AFF.
Tetapi, informasi tersebut merupakan disinformasi. Setelah dilakukan cek fakta dan penelusuran, AFF tidak melakukan kunjungan ke Indonesia karena masalah Timnas Indonesia U-23.
Informasi palsu itu disebarkan oleh kanal YouTube GARUDA SPACE yang mengunggah video berdurasi 7 menit 40 detik dengan judul "RIVAL ASEAN MENDUKUNG?! Tiba2 FIFA pastikan kondisi Indonesia~STY pastikan Timnas lebih baik".
Pada thumbnail video terdapat narasi yang berbunyi, "Rombongan FIFA Datangi Indonesia, 3 Negara ASEAN Dukung Keluar AFF".
Saat artikel ini ditulis, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 119.000 penayangan. Lalu, bagaimanakah penjelasannya?
![Benarkah FIFA datangi Indonesia untuk dukung keluar dari AFF. [[YouTube/GARUDA SPACE]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/08/31/1-benarkah-fifa-datangi-indonesia-untuk-dukung-keluar-dari-aff.jpg)
PENJELASAN:
Setelah ditelusuri, FIFA memang datang ke Indonesia namun tidak terkait dengan Timnas Indonesia U-23 di Piala AFF. Kedatangan FIFA ke Indonesia berhubungan dengan kesiapan menjelang Piala Dunia U-17.
Namun hingga akhir video, tak ada bukti valid maupun pernyataan resmi yang menyatakan bahwa FIFA datang ke Indonesia untuk mendukung Timnas Indonesia keluar dari AFF.
Dengan kata lain, isi video tidak selaras dan tidak bisa dipertanggungjawabkan karena berbeda dengan judul yang tertera.
Baca Juga: Putus dari Denny Caknan, Happy Asmara Ngaku Cocok dengan Ariel Noah
Faktanya, hingga kni Indonesia masih menghargai hasil yang diperoleh dari ajang AFF meskipun Shin Tae Yong menilai kebijakan wasit merugikan Timnas Indonesia.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].