Apakah betul komposisi serba bintang dari Timnas Indonesia dalam menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-23 disebabkan gaji coach besar?
Telah beredar kabar salah mengenai susunan Timnas Indonesia U-23 dipenuhi pemain berkualitas, termasuk para pebola abroad dan naturalisasi disebabkan Coach Shin Tae-yong memperoleh gaji sangat menggiurkan. Karena besaran gaji itu, kinerja pelatih Indonesia ini berbuah manis dan dipuji media Asia.
Setelah ditelusuri, Metro Suara.com mendapatkan sumber ada di kanal YouTube. Yaitu akun bernama GARUDA SPACE yang mengunggah video berjudul "MEDIA ASIA KAGUM! Skuad Mewah Timnas U23 ancam Kualifikasi Piala Asia U23~Gaji STY Faktor Utama".
Foto thumbnail dirupakan newsroom, ada monitor Timnas Indonesia, insert pemain naturalisasi dan Coach Shin Tae-yong, serta Rafael Struick.
Tulisan penyertanya "Media Asia Puji Skuad Mewah Timnas u23 Besaran Gaji STY Berbuah Manis".
Apakah informasi yang disampaikan video ini benar?
![Video salah (X) tentang puja-puji media Asia yang menyebutkan Timnas Indonesia U-23 mewah dengan pemain naturalisasi [[screenshot YouTube].]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/09/07/1-video-salah-x-tentang-puja-puji-media-asia-yang-menyebutkan-timnas-indonesia-u-23-mewah-dengan-pemain-naturalisasi.jpg)
CEK FAKTA
Tidak benar, tidak ada hubungan dengan besaran gaji Shin Tae-yong membuatnya meracik Timnas Indonesia dalam formasi yang disebut "skuad mewah". PSSI memanggil calon pemain berdasar kebutuhan serta prestasi, bukan karena pendapatan yang diterima pelatih.
Juga tidak ditemukan media-media asing memberitakan secara khusus "kemewahan" susunan Timnas Indonesia dengan pemain abroad atau yang berkarya di luar negeri, termasuk mereka yang menyandang status WNI via naturalisasi.
Dengan demikian, video berjudul "MEDIA ASIA KAGUM! Skuad Mewah Timnas U23 ancam Kualifikasi Piala Asia U23~Gaji STY Faktor Utama" memiliki konten yang menyesatkan atau misleading content.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Metro Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].