Direktur Eksekutif Lingkar Mardani Ray Rangkuti menilai wacana Ganjar Pranowo duet bersama Prabowo Subianto di Pilpres 2024 sangat mustahil terjadi.
"Kalau mengandaikan kemudian Gerindra atau dalam ini Pak Prabowo bertemu dengan Ganjar dalam satu perahu saat ini, saya kira itu hal mustahil, sulit," ujar Ray Rangkuti dikutip dari tayangan kanal YouTube KOMPASTV pada Kamis (21/9/2023).
Ray Rangkuti menilai peluang Ganjar dan Prabowo berduet di kontestasi mendatang hanya sekitar 10%. Pasalnya kedua bakal calon presiden itu memiliki elektabilitas yang sama-sama tinggi.
"Prabowo sama Ganjar bertemu dalam satu perahu itu chance-nya cuma 10%. Kecuali kalau ada selisih suara antara Pak Ganjar dengan Pak Prabowo itu minimal 7%. Jadi siapa dia yag paling tinggi aja calon presiden, sebaliknya yang dibawahnya itu ikut wakil presiden," terang Ray Rangkuti.
Dalam pernyataannya ini, Ray Rangkuti juga menyinggung soal adanya dua poros di Pilpres 2024. Ia menyebut hal tersebut bisa terjadi jika Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mundur dari kontestasi.
"Kalau dua poros itu artinya Cak Imin sama Anies Baswedan tiba-tiba menyatakan 'Udahlah kita kayaknya nggak sanggup lagi. Kita serahkanlah kepada Ganjar sama Prabowo yang maju' kira-kira begitu," pungkasnya.