Siti Atikoh ikut disorot publik setelah sang suami, Ganjar Pranowo, resmi menjadi salah satu Bacapres 2024. Salah satu yang turut dikulik publik adalah bagaimana perasaannya setelah Ganjar resmi menjadi kandidat RI 1.
Di hadapan Ashanty, Atikoh awalnya mengungkap perihal seberapa besar keyakinannya akan kemampuan Ganjar bila kelak menjadi seorang presiden.
Tak langsung menjawab gamblang, Atikoh awalnya mendeskripsikan soal sosok sang suami yang selalu berjuang, termasuk bila mendapat amanah memimpin Indonesia.
"Mas Ganjar itu tipikal fighter dan dia selalu berusaha memberikan yang terbaik, kepada istri sebagai seorang suami, kepada anak sebagai seorang ayah, kepada keluarga, kepada masyarakat bangsa dan negara," jelas Atikoh, dikutip dari kanal YouTube NGOBROL ASIX, Kamis (21/9/2023).
"Pokoknya kalau sudah bicara bangsa dan negara, pasti akan memberikan yang terbaik, apapun akan diberikan. Jadi dengan modal itu, insya Allah akan menjadi seorang yang amanah, karena tujuannya itu bukan tujuan tentang materi, power, tapi mengabdikan kepada masyarakat," sambungnya.
Menurut Atikoh, hal ini tidak lepas dari Ganjar yang merasa sudah mendapat banyak hal selama mengabdikan hidupnya untuk masyarakat, baik ketika masih menjadi seorang anggota DPR maupun gubernur.
"Kalau secara pribadi, saya tuh merasa sudah cukup, pencapaian ini sudah cukup," ungkap Atikoh lebih lanjut, merujuk pada apapun yang didapatkannya sekarang dari karier politik Ganjar yang moncer sudah cukup.
"Tetapi kita ingin membalas budi masyarakat itu dengan mengabdikan diri kita untuk bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat. Jadi saya percaya niatan itu," tegas Atikoh.
"Jadi full support dari istri maupun anak ya?" tanya Ashanty.
Baca Juga: Ganjar Belum Deklarasi Cawapres, Elite PDIP: Tunggu Momentumnya
"Iya," jawab Atikoh dengan tegas. Wanita yang merupakan cucu seorang kiai di Jawa Tengah itu kemudian mengibaratkan dukungannya dan sang anak, Alam, kepada Ganjar adalah layaknya rumah.
"Ayah setiap kali membutuhkan rumah, kita itu selalu ada. Ketika Ayah membutuhkan sandaran, bahu kita tuh siap setiap saat untuk dijadikan tempat bersandar. Alam mengatakan seperti itu," tandas Atikoh.