Survei terbaru dari SMRC yang dirilis Kamis (21/9/2023) menunjukkan bahwa mayoritas pendukung Kelompok 212 akan memilih Anies Baswedan dan Prabowo Subianto di pemilihan presiden.
"Jadi pendukung 212 itu kalau enggak ke Anies ya ke Prabowo," kata Saiful Mujani, pendiri dan pemimpin SMRC dalam pembahasan hasil survei di kanal Youtube SMRC TV yang tayang Kamis.
Survei itu sendiri, yang digelar Juli - Agustus 2023 dan melibatkan 4600 responden secara nasional - menemukan bahwa 42 persen pendukung gerakan 212 akan mencoblos Anies Baswedan jika pilpres digelar di waktu survei dilakukan.
Sementara 35 persen lainnya akan memilih Prabowo dan sekitar 18 persen memilih Ganjar Pranowo.
Jika pilpres hanya diikuti oleh dua pasang calon, Prabowo dan Ganjar Pranowo, maka para pendukung Gerakan 212 mendukung Ketua Umum Gerindra tersebut.
SMRC menemukan bahwa 59 persen pendukung 212 akan berada di kubu Prabowo dan hanya 29 persen yang mencoblos Ganjar Pranowo.
Dalam survei itu, SMRC menguraikan bahwa sekitar 44 persen responden tahu soal Gerakan 212. Dari jumlah yang tahu, sekitar 38 persen mendukung dan 4 persen pernah ikut dalam aksi Gerakan 212.
Saiful Mujani mengatakan jumlah responden yang mendukung Gerakan 212 cukup besar dan sangat signifikan dalam pemilu. Dari survei tersebut, diperkirakan pendukung Gerakan 212 mencapai sekitar 16 persen dari total pemilih.
"Banyak loh. Sekitar 35 juta orang mendukung Gerakan 212. Partai Politik saja yang punya suara 15 - 16 persen sedikit. Hanya PDIP dan Gerindra yang mendekati itu," kata Saiful Mujani.
Baca Juga: Survei SMRC: Kekuatan Pendukung Gerakan 212 Setara Suara PDIP
Meski demikian ia mengingatkan bahwa pendukung Gerakan 212 tidak otomatis mendukung satu partai melainkan terpencar ke beberapa partai.
"Jika didefenisikan ke dukungan terhadap parpol, karena mereka terpencar ke mana-mana," kata dia.