Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan merayakan hari jadinya yang ke-76 pada Kamis (28/9/2023). Bukan cuma merayakan ulangtahunnya, hari istimewa tersebut juga bertepatan dengan agenda peluncuran buku tentang Luhut.
Dilihat di tayangan unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Luhut mengaku terharu lantaran banyak tamu yang hadir di hari ulangtahunnya tersebut. Bahkan Luhut sempat menyebutkan satu-persatu kerabatnya yang hadir, antara lain Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Mahfud MD, Rizal Ramli, sampai Kaesang Pangarep.
Beberapa tamu pun terlihat menyampaikan sepatah-dua patah kata untuk sang empunya acara, termasuk Prabowo Subianto yang mengaku agak kesulitan bila diminta berkomentar tentang Luhut.
“Karena beliau mantan komandan saya. Jadi di tentara itu once a commander, always a commander. Jadi kalau beliau panggil saya, saya langsung sikap sempurna,” ucap Prabowo, seperti dikutip pada Jumat (29/9/2023).
Prabowo mengaku mempunyai sejarah panjang dengan Luhut. “Beliau termasuk yang plonco saya. Saya masih ingat, mungkin Pak SBY juga ingat, saya pernah bersila di hadapan beliau, itu waktu beliau plonco saya,” kata Prabowo yang membuat Luhut menggelengkan kepalanya berkali-kali.
Menurut Prabowo, banyak sekali perjalanan hidupnya yang bersinggungan dengan Luhut, hingga kini keduanya berada di satu kabinet pemerintahan yang sama. Selama perjalanan hidup itulah Prabowo menyadari bahwa dirinya dan Luhut sama-sama pejuang alfa.
“Repotnya kalau jagoan-jagoan itu terlalu dekat, ini kadang-kadang sulit, apalagi kita sama-sama masih muda. Tapi saya sadar waktu itu, karena saya sering bicara sama Pak Luhut, ‘Bang, kita jangan terlalu dekat’,” ujar Prabowo.
Bahkan Prabowo sempat menganalogikan hubungannya dengan Luhut layaknya dua ekor kuda jantan yang memang tidak boleh terlalu dekat kendati sebenarnya tidak ada persaingan satu sama lain.
“Jadi saya bilang, ‘Bang, kita ini kalau jauh kita rindu, kalau dekat kita ini susah bekerja’. Sampai orang menjuluki kita Tom and Jerry, tetapi di saat-saat kritis, orang nggak tahu, (tapi) kita selalu berhubungan. Dalam saat-saat kritis, kita selalu memilih mengutamakan Merah Putih di atas segalanya, mengutamakan kepentingan bangsa dan rakyat,” terang Prabowo.
Luhut sendiri kemudian turut menyampaikan sambutan di hari istimewanya tersebut, termasuk kepada Prabowo. Terdengar Luhut memanggil Prabowo sebagai jenderal sebelum mendoakan agar mantan menantu Soeharto itu bisa menjadi seorang presiden.
“Saya terus terang merasa bahagia karena banyak orang yang telah berkontribusi dalam hidup saya dan saya sekali lagi berterimakasih. Kepada Pak Prabowo yang sekarang sedang bersiap-siap run untuk jadi presiden, ya kita doakan biar dia juga sukses dalam perjalanan hidupnya," tutur Luhut.
“Juga saya lihat juga, tadi saya surprised juga, ada Kaesang diundang. Saya juga terus terang Pak Prabowo, saya nggak tahu bahwa Kaesang diundang. Saya langsung bilang, ‘Aduh, Kaesang, kamu hebat!’ Jadi saya lihat ada generasi muda tampil lagi, itu memberi harapan pada kita semua,” tandasnya menambahkan.