Salah satu pemain andalan kita bergabung, ia sukses mempesona Coach Bima Sakti.
Timnas Indonesia U-17 saat ini masih dalam Training Camp (TC) atau pemusatan latihan di Jerman untuk menghadapi kejuaraan Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Dalam TC itu, sederet kegiatan telah dilakukan. Mulai menggembleng fisik dan teknik, mendapatkan dukungan dan jumpa motivasi dengan pemain bola Ko Itakura dari klub Borussia Moenchengladbach, sampai uji coba laga atau bertanding.
Sepanjang tiga kali pertemuan dengan musuh yang berbeda, Timnas Indonesia kalah sekali dan menang dua kali. Dua terbaru adalah mengalahkan SC Paderborn Youth (U-17 dan U-19) dengan skor 1-0, Senin (2/10/2023), serta unggul atas VFL Osnabruerck U-19 dengan skor 2-1 di Sportplatz SW Osterfeine, Damme, Kamis (5/10/2023).
![Welber Jardim [(Dok Instagram/welber07official)]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/07/1-welber-jardim-dok-instagramwelber07official.jpg)
Menurut Ronny Pangemanan, pengamat senior sepak bola Tanah Air yang mengadakan komunikasi dengan Coach Bima Sakti via smartphone menyatakan bahwa pelatih Timnas U-17 ini menyebutkan para pemain Timnas U-17 mencapai kemajuan.
Salah satu hasil membanggakan adalah saat Ji Da-bin dan Muhammad Aulia Rahman merobek gawang lawan dalam uji coba Timnas Indonesia kontra VFL Osnabruerck U-19.
Kedua, adalah kedatangan Welber Jardim atau lengkapnya Welberlieskott de Halim Jardim. Kelahiran Banjarmasin, 25 April 2007 yang bergabung di tim FC Sao Paulo U-17.
![Ko Itakura, bek tengah Borussia Moenchengladbach berikan suntikan semangat kepada Timnas Indonesia U-17 di Jerman [[screenshot VT Timnas Indonesia]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/10/05/1-ko-itakura-bek-tengah-borussia-moenchengladbach-berikan-suntikan-semangat-kepada-timnas-indonesia-u-17-di-jerman.jpg)
"Ini pemain bagus. Bisa bermain gelandang, overlapping dan penetrasi bagus, Coach Bima Sakti terkesan," tandas Ronny Pangemanan yang kerap disapa Bung Ropan dan memiliki kanal YouTube bernama Bung Ropan.
Menurut Bima Sakti, anak-anak kini bisa bermain lebih cair. Seperti saat tanding melawan VFL Osnabruerck U-19, pada 15-20 menit pertama ditekan habis, akan tetapi mampu menunjukkan disiplin dan bermain rapi.
"Saat anak-anak bisa memahami bagaimana cara bermain dengan benar, semoga keterampilan bisa terus meningkat," begitu tutur Bima Sakti dari Jerman.
Soal bermain dengan benar ini, ditambah keterampilan teknis, Timnas U-17 mesti terus menekuninya, apalagi tengah disiapkan Timnas Jerman U-17 yang menang atas Timnas Prancis lewat adu penalti untuk menjajal keandalan Timnas Indonesia.