Ketua Umum PSSI dan Ketua LOC ini mencurahkan perhatian kepada perhelatan Piala Dunia U-17 yang berlangsung di Tanah Air.
Sosok sekaliber Erick Thohir, menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), sekaligus Local Organizing Committee (LOC) yang menangani perhelatan Piala Dunia U-17 (10 November-2 Desember 2023) ternyata bisa juga berdegup-degup jantungnya.
"Saya lagi deg-degan, 36 hari lagi Piala Dunia U-17. Saya fokus yang ada di depan mata, kita jalankan dengan baik supaya sejarah-sejarah bangsa ini tidak terlewatkan. Ini juga menjadi momentum bahwa generasi muda kita punya harapan," jelas Ketua LOC ini tentang Piala Dunia U-17 yang akan menjadi benchmark Indonesia dalam menggelar perhelatan dunia.
Dikutip dari kantor berita Antara, hari ini (9/10/2023) Erick Thohir mengajak sejumlah delegasi FIFA untuk melihat secara langsung persiapan Stadion di Jalak Harupat, Bandung, yang menjadi salah satu lokasi tuan rumah Piala Dunia U-17.
Delegasi FIFA yang berangkat menuju Stadion di Jalak Harupat, Bandung bersama Erick adalah FIFA Team Project Venue Management, Christian Schmoelzer dan Venue Manager FIFA, Sunny Kohli.
Seluruhnya menggunakan kereta cepat Whoosh dari Stasiun Halim, Jakarta Timur.
![Kereta Cepat Jakarta - Bandung sedang diuji coba pada 19 Mei 2023 [[Antara]]](https://media.suara.com/suara-partners/metro/thumbs/1200x675/2023/05/31/1-kereta-cepat-jakarta-bandung-sedang-diuji-coba-pada-19-mei-2023-antara.jpg)
Bagi Erick Thohir, bersama penyelenggaraan Piala Dunia U-17 2023 dunia akan melihat Indonesia dan memberikan penilaian. Apalagi banyak yang menyangka negeri kita dipotretkan seperti kondisi 1970-an.
Event Piala Dunia U-17 akan menjadi sebuah sejarah baru bagi Indonesia. Sehingga ia pun akan fokus menjalankannya dengan baik. Jadi tidak heran bila Erick Thohir tidak memikirkan suasana politik menjelang Pemilu 2024. Antara lain namanya disebut-sebut sebagai calon wakil presiden (cawapres) terkuat.
"Apakah konteksnya saya masuk kategori itu karena punya kepemimpinan dan komitmen yang baik, itu dinilai koalisi. Kami tunggu saja koalisinya, kalau jodoh enggak ke mana," tandasnya.
Ia menambahkan pentingnya chemistry antara capres dengan cawapres, baik dari kesamaan visi dan rencana kebijakan untuk Indonesia ke depan. Ikatan inilah hal penting bagi keberlanjutan pembangunan Indonesia dalam menghadapi tantangan politik dan ekonomi global.
"Mimpi saya, Indonesia menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia, tapi juga memastikan keberpihakan terhadap kesejahteraan masyarakat. Saya tidak mau menjadi bagian kekuasaan yang justru berdosa untuk rakyatnya," tutupnya.