Protes yang silih berganti dan terus terjadi ditujukan untuk brand terkenal dunia Balenciaga setelah iklannya yang menampilkan anak-anak dengan pakaian BDSM.
Iklan yang dianggap kampanye kontroversial itu tidak hanya menuai kritik, melainkan juga rasa kecewa bagi konsumen tetap Balenciaga.
Hingga Hastag cancelled Balenciaga viral di media sosial setelah beberapa akun mengunggah video membuang dan merusak produk-produk fashion terkenal itu.
"Siapa yang tidak tau Balenciaga sebuah brand fashion terkenal yang sudah berusia 105 tahun. Dan banyak artis papan atas kelas dunia pun menggunakannya, tapi hari ini lagi heboh Instagramnya kosong tinggal satu postingan. Karena lagi diterpa isu gara-gara salah membranding," ungkap pria dalam video akun TikTok @soegimitro.
"Jadi yang dipasang adalah anak kecil memegang boneka yang berbaju BDSM. Jadi ini mengandung unsur-unsur yang berbahaya karena BDSM kita tau sendiri adalah sejenis kegiatan seksual yang antara tuan dan bawahan dan banyak kekerasan di dalamnya," imbuhnya.
Akibatnya, kini brand fashion mewah tersebut menggugat perusahaan pembuat iklan atau agensi yang disewanya dan menuntut ganti rugi lebih dari 300 miliar.
"Branding bisa dibangun dengan susah payah tetapi jatuhnya sekejap aja, seperti brand ini sekarang sedang ada demo dimana-mana di seluruh dunia bahkan artis-artis dunia pun sedang mendemo produk Balenciaga yang luar biasa keren harusnya," ucap pria tersebut.
"Jadi ketika kita sudah merasa brand kita kuat kadang kita memakai agensi untuk semakin menguatkan branding kita. Tugas mereka adalah membranding lagi supaya brand kita terkenal dimana-mana tapi yang terjadi seperti Balenciaga adalah agensinya dituntut sekarang lebih dari 300 miliar gara-gara membikin iklan yang membikin kehebohan di dunia. Dan saya yakin kerugiannya besar sekali gak tau sampai berapa triliun kalau dihitung," sambungnya kembali.
Unggahan itu pun mengundang para warganet untuk turut memberikan berbagai komentarnya atas kasus Balenciaga tersebut. Tak sedikit dari mereka yang malah menunggu produk brand tersebut turun harga lantaran kejadian ini.
Baca Juga: Pencarian Hari ke-13, Tim SAR Temukan Tiga Jenazah Tertimbun Longsor di Cianjur
"kabarin kalo udah banting harga," kata akun @ad****na.
"di indo nunggu banting harga,laen emang (emoji tertawa)," imbuh @Pi****ya.
"itu bukan salah branding om. (emoji binggung). itu campaign. emang niat nya itu. semua prop nya ngarah kesitu.," ungkap @K****I.
"walopun udah di hapus jejak digital nggk bakal bisa ilang...," timpal @ai****ne.
"di Indo.. Hollywings sdh dibuktikan," cuit @_E*****ES.