Heboh deretan nama sejumlah pejabat menitipkan nama untuk diloloskan pada penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila) tahun 2022. Mulai dari Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan, anggota DPR RI Tamanuri hingga pendekar Banten turut terseret dalam kasus dugaan suap yang menjerat Rektor Unila non aktif Karomani.
Hal tersebut sontak mendapat berbagai macam kritikan keras dari para masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh pria dalam video akun TikTok @rianfahardhi, ia seolah mengecam cara para calon mahasiswa yang mengambil jalan curang tersebut.
"Bikin malu, puluhan mahasiswa titipan pejabat dan politikus di Unila terbongkar. Masuknya nyogok berkedok infaq ini memang sudah rahasia umum di pendidikan kita. Mengambil jalan curang dengan memotong rezeki orang," kata Rian Fahardhi.
"Yang dibenahi bukan cuma nama kampusnya tapi keegoisan orang tuanya. Ibarat penampakan puncak gunung es di atas permukaan air yang sebenarnya merupakan bagian kecil. Puluhan nama tersebut adalah sebagian kecil dari ratusan, ribuan atau bahkan jutaan kasus menitip," imbuhnya.
Dalam video tersebut, pria itu tak hanya menyinggung mengenai cara curang diterima dalam sebuah kampus ternama. Bahkan cara tersebut juga kerap digunakan seseorang untuk bisa mendapatkan pekerjaan.
"Karena budaya menitip ini tidak hanya terjadi di dunia perkuliahan bahkan di mulai dari dunia putih biru dan dunia putih abu-abu juga berlanjut hingga di dunia pekerjaan," ungkapnya.
"Coba bayangkan betapa tidak adilnya ketika terjadi kasus penitipan di mana nama yang seharusnya lulus karena kemampuan yang mumpuni harus bergeser keluar dari daftar kelulusan hanya karena adanya nama yang menjadi titipan. Dan yang lebih parahnya jika nama titipan tersebut sama sekali tidak memiliki kemampuan yang mumpuni," sambungnya kembali.
Ia juga mengaku miris ketika ada seseorang yang berusaha dengan gigih bisa masuk ke kampus ternama namun nyatanya beberapa oknum yang menggunakan cara curang dan dengan mudahnya menyingkirkan nama seseorang.
"Dengan terkuaknya kasus rektor Unila ini seharusnya menjadi pemantik bagi pihak yang berwajib untuk mengusut, membongkar dan membenahi seluruh instansi yang menjadikan menitip sebagai budaya yang terus dilestarikan. Solusinya ya dengan membudayakan meritokrasi, jangan mimpi generasi emas di 2045 kalau permasalahan sistemik ini tidak segera diatasi," pungkasnya kembali.
Melihat unggahan itu, sontak mengundang para netizen untuk ikut memberikan berbagai komentarnya tentang kasus tersebut.
"kunci kesuksesan adalah orang dalam sudah terbukti," cuit @C****50.
"zaman dimana pekerjaan lebih mudah dengan uang," imbuh @G****et.
"bukanya cuma unila kayaknya coba deh di selidiki tiap unversitas pas ada mahasiswa titipan, tapi kayaknya ga bakal ada yg berani meriksa," timpal @f****l.
"titipan kapolda (emoji tertawa) juga banyak," ungkap @D****da. "rahasia umum," kata akun @I****Ku.
Kontributor: Mira Puspito