Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz

M Nurhadi

Selasa, 05 Mei 2026 | 09:42 WIB
Gencatan Senjata Semu, Iran hadang Operasi Militer AS di Selat Hormuz
ARSIP-Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance (DDG-111), mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut. [NY Post]
baca 10 detik
  • Gencatan senjata AS dan Iran runtuh pada 4 Mei 2026 akibat perebutan kendali di Selat Hormuz.
  • AS meluncurkan operasi militer Project Freedom yang memicu serangan balasan Iran terhadap fasilitas energi UEA.
  • Eskalasi konflik menyebabkan lonjakan harga minyak global serta terhentinya pengiriman kapal melalui jalur strategis tersebut.

Suara.com - Gencatan senjata yang rapuh antara Amerika Serikat dan Iran praktis runtuh pada Senin (4/5/2026), setelah kedua negara terlibat dalam rentetan serangan baru di kawasan Teluk.

Ketegangan ini dipicu oleh perebutan kendali atas Selat Hormuz, jalur arteri energi dunia yang kini terjepit di antara dua blokade maritim yang saling berlawanan.

Situasi memanas setelah Presiden AS Donald Trump meluncurkan operasi militer bertajuk "Project Freedom". Misi ini bertujuan untuk mengawal kapal-kapal tanker dan kargo yang terjebak di selat tersebut sejak perang besar pecah pada Februari lalu.

Namun, langkah ini justru memicu balasan keras dari Teheran yang mengeklaim kedaulatan penuh atas wilayah perairan tersebut.

Eskalasi di Laut dan Darat

Sepanjang Senin, situasi di lapangan dilaporkan sangat kacau dengan pernyataan yang saling bertentangan dari kedua belah pihak:

  • Konfrontasi Maritim: Militer AS menyatakan telah menghancurkan enam kapal militer kecil milik Iran. Sebaliknya, Iran merilis peta perluasan wilayah kendali lautnya yang kini mencakup sebagian besar garis pantai Uni Emirat Arab (UEA).
  • Serangan Fasilitas Energi: Rudal Iran dilaporkan menghantam pelabuhan minyak Fujairah di UEA—salah satu titik ekspor krusial di luar selat—yang memicu kebakaran hebat. UEA merespons dengan memberlakukan sekolah daring (PJJ) bagi siswa demi alasan keamanan.
  • Kapal Dagang dalam Bahaya: Kapal tanker HMM Namu milik Korea Selatan melaporkan ledakan di ruang mesin, sementara perusahaan ADNOC (UEA) mengonfirmasi satu tankernya dihantam drone Iran.

Meskipun Teheran membantah adanya kapal yang berhasil lolos, perusahaan pelayaran raksasa Maersk mengonfirmasi bahwa kapal berbendera AS, Alliance Fairfax, berhasil keluar dari Teluk dengan pengawalan ketat kapal perusak AS.

"Project Freedom" di Tengah Kontroversi Politik

Donald Trump tuai kontroversi, penggunaan kekuatan militer AS dilakukan hanya dua hari setelah batas waktu legal (deadline) bagi Presiden untuk mendapatkan izin Kongres terlampaui.

baca juga

Trump mengeklaim status perang telah "berakhir" sehingga tenggat waktu tersebut tidak berlaku lagi, sebuah pernyataan yang ditentang keras oleh sejumlah anggota parlemen AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengecam keras operasi ini melalui media sosialnya. "Project Freedom adalah Project Deadlock (Proyek Kebuntuan)," tulisnya, dikutip dari Reuters.

Ia menegaskan bahwa tidak ada solusi militer untuk krisis ini dan memperingatkan AS agar tidak terjebak dalam "prahara" yang diciptakan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan perdamaian.

Pasar global merespons cepat gejolak ini. Harga minyak dunia melonjak lebih dari 5% dalam perdagangan yang sangat volatil. Ketidakpastian di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi 20% pasokan minyak dunia, membuat biaya asuransi pengapalan meroket ke level tertinggi.

Banyak perusahaan pelayaran besar memilih untuk menunda pengiriman hingga ada kesepakatan diplomatik yang konkret, karena mereka menilai pengawalan militer saja tidak cukup menjamin keamanan kru dan muatan.

Upaya perdamaian yang dimediasi oleh Pakistan sejauh ini masih menemui jalan buntu. Iran dikabarkan telah mengajukan proposal 14 poin yang mencakup penundaan pembahasan program nuklir hingga krisis pelayaran terselesaikan.

Namun, Trump mengisyaratkan akan menolak usulan tersebut, dengan tetap fokus pada tuntutan agar Iran menyerahkan seluruh cadangan uranium milik Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp17.409, Investor Pantau Data Pertumbuhan Ekonomi Q1

Kurs Rupiah Anjlok ke Rp17.409, Investor Pantau Data Pertumbuhan Ekonomi Q1

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 09:37 WIB

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

IHSG Dihantui Aksi Jual Asing Rp791 Miliar, Cek Saham yang Wajib Dicermati Hari Ini

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:25 WIB

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Harga Minyak Melonjak 6 Persen Usai Iran Serang UEA, Selat Hormuz Makin Panas!

Bisnis | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:54 WIB

AS Roma Hajar Fiorentina 4-0, Persaingan Tiket Liga Champions Memanas

AS Roma Hajar Fiorentina 4-0, Persaingan Tiket Liga Champions Memanas

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 05:36 WIB

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

Kapal Perang AS Terjang Iran di Selat Hormuz dengan Dalih "Project Freedom"

News | Senin, 04 Mei 2026 | 21:56 WIB

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Kapal Tanker Iran Masuk Wilayah Indonesia Menuju Kepri, Lolos dari Militer AS!

Bisnis | Senin, 04 Mei 2026 | 21:41 WIB

Terkini

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

BI Sebut Intervensi Pasar Terus Berlanjut, Ini Rincian Strateginya

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Ekspansi Industri Kelapa Dikebut, Pasokan Bahan Baku Jadi Tantangan

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:14 WIB

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

Kaitkan Penyadapan Prabowo dengan Makar, Mahfud Ungkit Isu Jokowi Cuma Beri Jatah Presiden 2 Tahun

News | Rabu, 04 November 2026 | 09:06 WIB

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bahlil Mulai Cari Lokasi Proyek Gudang Minyak Mentah di Wilayah Sumatra

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 09:01 WIB

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Karhutla Picu 314 Ribu Kasus ISPA di Indonesia, Riau Catat 36.433 Kasus

Riau | Rabu, 04 November 2026 | 08:51 WIB

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Harga BBM Bisa Turun, Minyak Dunia Telah Melemah Hingga 1 Persen

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime TV Musim Panas 2027

Your Say | Rabu, 04 November 2026 | 08:50 WIB

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Aji Santoso Bongkar Alasan De Red FC Tak Berkutik Lawan PSM Makassar

Sulsel | Rabu, 04 November 2026 | 08:48 WIB

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

Telat Bayar Pajak Kendaraan? Bapenda DKI Hapus Denda hingga Akhir 2026

News | Rabu, 04 November 2026 | 08:42 WIB

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Daftar 16 Bank Bangkrut Sepanjang Tahun 2026, Berpotensi Bertambah?

Bisnis | Rabu, 04 November 2026 | 08:41 WIB

×