Banyak warga yang mengeluh tak bisa menikmati siaran langsung Piala Dunia 2022 dari layar kaca lantaran mereka belum memiliki perangkat Set Top Box atau STB di rumahnya. Alhasil, mereka kesulitan untuk menyaksikan tim kesayangan mereka berlaga di Piala Dunia 2022.
Seperti yang dialami seorang warga Kota Bandung bernama Andriawan (37). Ia kesulitan menyaksikan tim kesayangannya Argentina saat mengalahkan Belanda pada Sabtu (10/12/2022) dini hari WIB tadi.
Pria yang akrab disapa Andri itu mengatakan, dirinya belum mendapatkan Set Top Box lantaran belum memiliki uang untuk menebus alat yang dapat menangkap siaran digital itu.
Alhasil, Andri harus mencari siaran langsung laga itu di sejumlah aplikasi video streaming gratis.
"Ia tadi subuh bingung. Streaming yang gratis gambarnya putus-putus. Kata komentator udah gol eh gambarnya ga gerak-gerak," ujar Andri.
Ia megaku, sebelum pemerintah memberlakukan analog switch off, dirinya masih bisa nobar di Warmindo atau warung kopi yang buka 24 jam. Namun kini, warung kopi langganannya juga belum melengkapi TV yang mereka punya dengan STB.
"Tadi subuh nontonya juga di warung. Tapi ya pada di warung nonton pake hp. Ya gitu ga ada yang lancar streaming-nya, satu warung ga lihat Lionel Messi cetak gol tau dari komentator aja," ujar Andri.
Sementara itu, Argentina berhasil melaju ke semifinal usai menang drama adu penalti 4-2 setelah bermain 2-2 selama 120 menit di Lusail Stadium, Doha pada Sabtu dini hari WIB.
Argentina unggul terlebih dahulu berkat gol Nahuel Molina dan Lionel Messi, dengan gol penyeimbang Belanda diborong oleh Wout Weghorst.
Baca Juga: Jangan Khawatir, Ini Cara Mudah Cek BPJS Ketenagakerjaan
Argentina menciptakan peluang pada menit ke-22. Lionel Messi melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti Belanda, tetapi arah bola masih belum on target.
Belanda membalas dua menit kemudian. Memphis Depay melakukan kerja sama dengan Steve Bergwijn, pemain terakhir kemudian mencoba menuntaskan dengan tembakan yang masih melebar dari gawang Argentina kawalan Emiliano Martinez.
Argentina berhasil memimpin 1-0 pada menit ke-35. Messi melewati dua pemain sebelum memberikan umpan terobosan akurat ke Nahuel Molina yang masuk ke kotak penalti.
Virgil van Dijk mencoba untuk mengganggu tendangan Molina, tetapi bola tetap masuk ke gawang Andries Noppert untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Tertinggal 0-1, Belanda secara perlahan mulai meningkatkan serangan. Mereka beberapa kali mendapatkan peluang, tetapi penyelesaian akhir masih buruk.
Tidak ada gol tambahan sampai babak pertama tuntas. Argentina memimpin 1-0 atas Belanda.
Selepas jeda, Belanda langsung tancap gas dan menekan Argentina demi mencetak gol penyeimbang. Namun, para pemain Argentina bertahan dengan sangat brilian dan menahan serangan Belanda dari kedua sisi sayap.
Argentina mendapatkan kans emas pada menit ke-63. Messi mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti, sepakannya ke pojok kanan tidak bisa dijangkau Noppert tetapi masih meleset tipis dari gawangnya.
Sejauh ini Argentina lebih efektif dalam menyerang meski kalah dalam penguasaan bola. Belanda hanya bisa melepaskan satu tembakan, tanpa ada yang on target.
Sementara itu dikutip dari Antara, Argentina bisa mencatatkan enam tendangan, dengan tiga diantaranya tepat sasaran.
Argentina menggandakan keunggulan pada menit ke-74 setelah mendapatkan hadiah penalti. Marcos Acuna dijatuhkan Denzel Dumfries di kotak terlarang.
Lionel Messi yang maju sebagai eksekutor Argentina sukses menjalankan tugas dengan sempurna. Tim Tango unggul 2-0 atas Belanda.
De Oranje akhirnya memerkecil ketertinggalan pada menit ke-83. Pemain pengganti, Wout Weghorst berhasil menanduk bola hasil umpan silang Steven Berghuis. Skor berubah 2-1 masih untuk keunggulan Argentina.
Pertandingan sedikit memanas menjelang akhir pertandingan setelah Leandro Paredes membuang bola ke arah bangku cadangan tim Belanda hingga membuat para pemain kedua tim saling dorong.
Wasit memberikan kartu kuning kepada Leandro Paredes dan Virgil van Dijk atas kejadian itu.
Saat Argentina hampir memenangkan pertandingan, Belanda secara dramatis mencetak gol penyeimbang 2-2 pada menit ke-100.
Pemain belakang Argentina melakukan pelanggaran di depan kotak penalti.
Sebuah skema tendangan bebas apik berhasil dituntaskan Weghorst dan memaksa pertandingan berlanjut waktu tambahan.
Lima belas menit pertama babak tambahan berlangsung alot, dengan peluang terbaik terjadi untuk Argentina pada menit ke-104 ketika Otamedi gagal menyambut tendangan silang Messi.
Sementara itu, babak kedua waktu tambahan lebih sengit dengan kedua tim mulai saling serang demi mencetak gol kemenangan.
Argentina hampir mencetak gol pada menit ke-114, andai saja tendangan Lautaro Martinez di depan gawang tidak diblok oleh Van Dijk. Tim Tango mendapatkan peluang lagi lewat sundulan Pezzella, tetapi upayanya belum membuahkan gol.
Argentina mendapatkan dua peluang di menit-menit akhir lewat tendangan Lautaro dan sepak pojok yang langsung mengarah ke gawang Angel di Maria. Namun, skor masih belum berubah dan harus dilanjutkan lewat drama adu penalti.
Messi, Paredes, Montiel melaksanakan tugasnya dengan baik untuk Argentina dengan Lautaro Martinez menjadi penentu kemenangan. Hanya Enzo Fernandez yang gagal memasukkan bola untuk Argentina.
Sementara itu Emiliano Martinez sukses menghentikan dua penendang Belanda, dengan Teun Koopmeiners, Wout Weghorst dan Luuk de Jong yang sukses menjebol gawang Argentina.
Dengan begini, Argentina menang adu penalti dengan skor 4-2 dan akan menghadapi Kroasia di semifinal Piala Dunia 2022.