Rian Ernest membuat pengumuman mengejutkan. Ia memutuskan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Rian pun menjadi politisi kelima yang cabut dari PSI. Keputusan mundur dari PSI ini diumumkannya sehari setelah penetapan nomor urut peserta Pemilu 2024.
Diketahui, PSI menjadi satu dari 17 partai politik yang lolos jadi peserta Pemilu 2024. Dalam pengundian nomor, partai besutan Giring Ganesha itu mendapat nomor urut 15.
Keputusan Rian Ernest mundur dari PSI disampaikan melalui akun Instagram pribadinya @rianernest. Ia menyampaikan terima kasih kepada PSI sudah menjadi rumah yang begitu hangat dan nyaman baginya selama 4 tahun ini.
"Namun kini saatnya saya mengambil keputusan yang berat tapi saya lakukan. Melalui video ini saya menyatakan pengunduran diri saya dari PSI," katanya dikutip dari video yang diunggah di Instagram pribadinya, Kamis (15/12/2022).
Meski jadi keputusan berat, Rian Ernest yakin keputusan mundur dari PSI adalah benar dalam menentukan karir politiknya di masa depan. Ia berterima kasih kepada pimpinan PSI seperti Giring Ganesha dan Grace Natalie.
"Semoga para saudara dan sahabat sekalian terus mendukung dan mengawasi dan memberi masukan kepada saya Rian Ernest ke manapun langkah politik saya selanjutnya," jelasnya.
Meski mundur dari PSI, ia menyampaikan akan terus konsisten menyuarakan aspirasi publik, membuat kebijakan dan mencerahkan kehidupan bangsa.
Kata dia, Indonesia adalah negara besar, oleh karenanya perlu ditopang dengan cara berpolitik yang baik.
Baca Juga: Tambah Lagi Pentolan PSI yang Mundur Teratur, Separuhnya Mantan Aspri Ahok
"Karena itu saya Rian Ernest akan tetap jadi di jalur politik dan saya akan terus membutuhkan bantuan anda untuk menjadi politikus yang baik yang bermanfaat bagi rakyat," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, PSI mulai ditinggalkan kadernya. Ada empat politisi yang sebelumnya mundur dari PSI.
Salah satunya ada yang terang-terangan mendukung Anies Baswedan sebagai calon presiden (Capres). Berikut daftarnya:
1. Michael Victor Sianipar
Ia adalah Ketua DPW PSI DKI Jakarta. Michael ke luar dari PSI karena menilai partainya tersebut sudah berubah.
"Seiring berjalannya waktu partai yang saya bayangkan dan cita-citakan yang saya ketahui dari awal sudah jauh berubah sekarang," katanya dalam keterangan tertulis.