Samuel Hutabarat, ayah Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, terus memantau perkembangan persidangan kasus pembunuhan anaknya melalui layar televisi di rumahnya di Sungai Bahar, Muaro Jambi.
Samuel menilai, tudingan kekerasan seksual yang dilakukan almarhum anaknya terhadap Putri Candrawathi tidaklah logis. Sebab, setelah yang diduga telah dilecehkan, Putri memanggil almarhum.
Untuk itu, ia yakin Yosua tidak mungkin melakukan kekerasan seksual terhadap istri dari mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo tersebut yang disebut terjadi di rumah Magelang, Jawa Tengah.
"Di situ ada pembantu ataupun sopirnya si Kuat (Maruf) itu. Jadi ini saya rasa sudah sangat-sangat nampak sekali bahwa dia itu merekayasa," kata Samuel dikutip dari tayangan YouTube CNN Indonesia, Kamis (15/12/2022).
"Lagi pula dia sudah diperkosa, masa diajak lagi ngobrol bersama. Itu sudah tidak logis lah," sambungnya.
Samuel juga menyebut dugaan kekerasan seksual yang dilakukan Yosua kepada Putri Candrawathi hanyalah skenario belaka.
"Apalagi dibilang si PC itu dia dibanting sampai dua apa tiga kali. Ya kalau dibanting tentu sudah ada memar badannya dong. Dibanting sampai 3 kali baru dilecehkan atau diperkosa, tidak masuk akal skenario itu," tuturnya.
Untuk itu, Samuel meminta terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk berbicara jujur. Menurutnya, masyarakat saat ini sudah cerdas, tahu mana yang benar dan mana yang salah.
"Saya ingin menyampaikan kepada Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi stop lah yang mengolah sandiwara-sandiwara ini. Masyarakat sekarang ini sudah pada cerdas. Sudah bisa menilai mana yang benar mana yang salah, mana sandiwara mana kenyataan."
"Soalnya kalau saya nilai, mulai dari peristiwa yang dia olah di Duren Tiga, tidak jauh beda dengan yang di Magelang. Hanya posisi saja yang berbeda ataupun tempat. Semuanya 80 persen dari apa skenario dia yang di Duren Tiga, sama saya lihat dengan yang di Magelang," tuturnya.
Dalam persidangan sebelumnya saat menjadi saksi, Putri Candrawathi sempat bercucuran air mata ketika mengungkap apa yang dialaminya di rumah Magelang. Putri mengklaim diperkosa hingga dibanting sebanyak tiga kali oleh Brigadir J.
"Mohon maaf, Yang Mulia, mohon izin. Yang terjadi adalah memang Yosua melakukan kekerasan seksual, pengancaman, dan juga penganiayaan, dan membanting saya tiga kali ke bawah. Itu yang benar-benar terjadi," ungkap Putri sambil menangis.