Syekh Ali Jaber Sebut Habiskan Biaya Besar untuk Hiasi Tempat Ibadah adalah Kebiasaan Orang Yahudi

Suara Moots

Jum'at, 06 Januari 2023 | 16:23 WIB
Syekh Ali Jaber Sebut Habiskan Biaya Besar untuk Hiasi Tempat Ibadah adalah Kebiasaan Orang Yahudi
Syekh Ali Jaber (Tangkapan Layar)

Syekh Ali Jaber sempat memberikan pernyataan di Syekh Ali Jaber Official YouTube Channel pada 4 Oktober 2021, mengenai tanda dekatnya kiamat salah satunya adalah berlomba-lomba menghiasi masjid.

"Karena ini akhir zaman, dan fitnah akhir zaman, musibah akhir zaman, banyak umat Islam yang mengikuti cara orang Yahudi, di antaranya berlomba-lomba menghiasi masjid", ungkap Syekh Ali Jaber.

Sebenarnya para ulama tidak setuju umat muslim berlomba-lomba menghiasi masjid dan menghabiskan biaya yang besar. Pasalnya, hal ini seperti kebiasaan orang Yahudi yang senang menghiasi tempat ibadahnya. 

Sebelumnya, sejumlah pihak khawatir jika pembangunan Masjid Al Jabbar rancangan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang menghabiskan dana Rp 1 triliun di Gedebage, Kota Bandung merupakan salah satu tanda hari kiamat semakin dekat seperti yang dijelaskan Rasulullah Muhammad SAW.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Ukhuwah dan Dakwah Muhammad Cholil Nafis mencoba menjawab kekhawatiran sejumlah netizen itu.

Salah satu tanda hari kiamat semakin dekat adalah ketika berlomba-lomba membangun Masjid megah, namun tidak dimakmurkan.

“Tanda kiamat sudah dekat di akhir zaman itu bangga-banggakan dengan megahnya masjid tapi tak dimakmurkan dengan kegiatan jemaahnya,” ujar Cholil dikutip dari unggahan twitternya, @cholilnafis (6/1/2023).

Cholil kembali menegaskan, kiamat tidak akan terjadi. Kecuali, manusia telah bermegah-megahan dalam membangun masjid.

“Kiamat tidak akan terjadi hingga manusia bermegah-megahan dalam membangun masjid,” tukasnya.

baca juga

Sementara itu  Menurut Syekh Ali Jaber, menghias masjid termasuk dalam salah satu tanda hari kiamat.

Bagaimana bisa menghias masjid menjadi salah satu tanda dekatnya kiamat? Simak penjelasan Syekh Ali Jaber berikut ini.

Hari kiamat disebut juga dengan istilah yaumul qiyamah, yaumul hisab dan lain sebagainya. Secara istilah, kiamat diartikan sebagai kehancuran alam semesta dan segala kehidupan di muka bumi, dibangkitkannya orang yang sudah mati kemudian dihisab amal-amalnya. 

Mengenai waktu terjadinya hari kiamat, tidak seorang pun yang tahu. Bahkan Rasulullah SAW tidak mengetahui kapan terjadinya hari kiamat. Hari kiamat adalah ketetapan yang hanya Allah SWT sajalah yang mengetahuinya.

Hari kiamat disebutkan dalam berbagai surat di Al Qur’an dan dikhususkan dalam surat Al Qariah. Ada juga beberapa dalil hadits yang membahasnya. Menurut ulama, Fakhruddin Ar-Razi, salah satu hikmah tidak diketahuinya waktu terjadinya kiamat adalah supaya manusia tetap beribadah dan mencegah diri dari perbuatan maksiat tanpa memperhatikan kapan terjadinya kiamat. 

Meskipun begitu, ada tanda-tanda kiamat sudah dekat yang dapat dirasakan umat Islam. Salah satu tanda dekatnya kiamat adalah masjid-masjid yang dibangun dengan kemegahan dan kemewahan. 

Sementara itu, Ridwan Kamil mengatakan penggunaan APBD untuk pembangunan masjid Al Jabbar merupakan kesepakatan bersama yang dibahas dengan musyawarah bersama rakyat dalam forum Musrenbang.

Ia juga menyebut tempat ibadah dari agama manapun bisa dibangun dengan dana APBD, seperti contohnya Masjid Istiqlal dan sebuah Pura di Bali.

Kemudian Ridwan Kamil menjelaskan pembangunan Masjid Al Jabbar didasarkan atas keinginan banyak pihak. Ia mengatakan 7 tahun lalu, jutaan warga Jawa Barat melalui berbagai ormas Islam menitipkan aspirasinya ke Pemprov Jawa Barat untuk dibuatkan masjid raya provinsi.

"Karena selama ini Masjid Raya Provinsi mengkudeta masjid Agung Kota Bandung. Dan itulah yang kami lakukan: memenuhi dan membangun aspirasi rakyat," kata Ridwan Kamil.

Diketahui, Masjid Al Jabbar dibangun dengan biaya sekitar Rp 1 triliun sejak 2017 lalu di atas Embung Gedebage, Kota Bandung. Pembangunan Masjid Al Jabbar merupakan kolaborasi Pemprov Jabar dan Kementerian PUPR. 

Ada dua tahap dalam pembangunan Masjid Al Jabbar. Tahap pertama pembangunan Masjid Al Jabbar dari 2017 hingga 2018 menghabiskan Rp 511 miliar. Kemudian pada pembangunan tahap kedua di tahun 2022 totalnya menghabiskan anggaran APBD sebesar Rp 1 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Masjid Al Jabbar Rancangan Ridwan Kamil Dianggap Salah Satu Tanda Kiamat, Begini Penjelasan Rasulullah Muhammad SAW

Masjid Al Jabbar Rancangan Ridwan Kamil Dianggap Salah Satu Tanda Kiamat, Begini Penjelasan Rasulullah Muhammad SAW

Moots | Jum'at, 06 Januari 2023 | 14:41 WIB

'Masjid Jadi Tempat Wisata' Ridwan Kamil Bangga, Warganet Ungkap Realitanya Tak Sepadan Harga

'Masjid Jadi Tempat Wisata' Ridwan Kamil Bangga, Warganet Ungkap Realitanya Tak Sepadan Harga

News | Jum'at, 06 Januari 2023 | 14:09 WIB

Netizen Sebut Allah Suka yang Indah bukan yang Mewah, Sindir Masjid Rp 1 Triliun Karya Ridwan Kamil?

Netizen Sebut Allah Suka yang Indah bukan yang Mewah, Sindir Masjid Rp 1 Triliun Karya Ridwan Kamil?

Moots | Jum'at, 06 Januari 2023 | 12:42 WIB

Terkini

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Petani Tebu Tetap Raih Cuan, Hasil Panennya Diserap Pabrik Gula

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:12 WIB

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

BGN: Makanan MBG Tak Layak Jangan Dimakan

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:11 WIB

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Viral Gegara Natalius Pigai, Ini 5 Buku Tipis Wajib Baca untuk Anak Muda yang Malas Baca Buku Tebal

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja Fashion Week 2026: Panggung Kreativitas dan Regenerasi Desainer Muda

Jogja | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:04 WIB

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

×