Sempat Bikin Geger, Patung Kepala Raksasa di Maribaya Lembang Ternyata Jejak Seniman Anggota Organ Kebudayaan PKI

Suara Moots | Suara.com

Senin, 16 Januari 2023 | 18:27 WIB
Sempat Bikin Geger, Patung Kepala Raksasa di Maribaya Lembang Ternyata Jejak Seniman Anggota Organ Kebudayaan PKI
Penemuan patung kepala manusia raksasa di Hutan Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Ayobandung.com)

Penemuan patung kepala raksasa di tengah Hutan Maribaya, Lembang, Kabupaten Bandung Barat beberapa waktu lalu sempat membuat geger warga.

Patung kepala raksasa itu awalnya diduga merupakan peninggalan peradaban Hindu di Bandung Utara karena bentuknya  yang mirip Dwarapala atau patung penjaga gerbang candi.

Namun kekinian diketahui patung itu baru dibuat di tahun 1970-an. Pembuatnya diduga adalah merupakan karya dua orang seniman anggota Lembaga Kebudayaan Rakyat atau Lekra, bernama Tubagus Chutbani BA dan Unu Pandi.

Lekra merupakan lembaga bentukan sejumlah pentolan Partai Komunis Indonesia (PKI), pada 17 Agustus 1950. Perkumpulan ini dibentuk sebagai wadah bagi para seniman di masa itu. Namun pada perjalanannya, lembaga ini kerap dituding sebagai media propaganda politik PKI, hingga akhirnya dibubarkan tahun 1966.

Hasil penelusuran, kedua seniman Lekra tersebut sengaja membuat patung dan relief untuk hiasan di destinasi wisata Maribaya, pada tahun 1970-an. Kala itu, pemandian air panas Maribaya, Air Terjun Maribaya, dan Air Terjun Omas merupakan kawasan wisata yag masih dikelola oleh pemerintah Kabupaten Bandung.

"Chutbani dan Unu ini dikenal Tapol golongan C, meski telah bebas, mereka tetap dikenakan wajib lapor," tutur saksi hidup yang jadi rekan kerja Chutbani dan Unu di Maribaya, Entun Suryana Alamsyah, 74 tahun, saat ditemui di kediamannya, Senin (16/1/2023) dikutip dari Ayobandung.com--jejaring Suara.com.

Sebelumnya, beberapa patung dan relief karya Chutbani dan Unu masih ditemukan utuh di tengah Hutan Maribaya. Patung itu diantaranya berbentuk kepala manusia lengkap dengan mulut, hidung, dan telinga. Ukuran patung kepala itu lebih besar dibanding kepala manusia pada umumnya, lantaran memiliki diameter lingkaran sekitar 3 meter.

Sedangkan, relief yang masih tersisa berbentuk sosok manusia berkuncir mengenakan selendang dan menaiki binatang serupa kuda. Kini, keberadaan dua karya seni itu telah tertutup semak dan ditumbuhi lumut.

Tak cuma dua, Entun menerangkan, hasil karya Chutbani dan Unu mencapai puluhan. Lokasinya tersebar di beberapa titik Hutan Maribaya. Mulai dari sungai, di depan pintu masuk menuju Maribaya, dan lokasi lainnya. Sebagai masih ada, sebagai lagi rusak tertutup semak-semak dan lumut, atau terbawa arus sungai Cikapundung.

"Bayak sekali ada patung raksasa kepala manusia, patung kuda lumping, singa, katak, kera, rusa, buaya, dan relief tradisi adu domba," paparnya.

Entun bercerita selain Chutbani dan Unu, ada sekitar 30 Tapol 65 yang bekerja di Maribaya pada kurun waktu 1970-1975. Konon mereka bisa bekerja dan bebas dari tahanan karena ada jaminan langsung dar Bupati Lily Sumantri. Namun, pasca bebas dari tahanan, mereka tetap mendapat stigma negatif dan berbagai diskriminasi.

"Bupati Lily sudah menjamin mereka bebas karena yakin gak bersalah. Tapi tetap dalam kehidupan mereka sering dituduh PKI. Selain itu eks Tapol seperti pak Unu dan Chutbani ini tetap gak bisa diangkat PNS seperti warga lainnya," jelasnya.

Entun menerangkan semasa kerja bersama Chutbani dan Unu, keduanya tak pernah bercerita detail terkait keterlibatannya di Lekra. Kepadanya, mereka hanya mengaku sempat belajar melukis dan cara membuat patung kepada seorang pentolan Lekra di Bandung dan Jawa Barat yakni Hendra Gunawan.

Kedua seniman ini memastikan tak pernah merencanakan atau terlibat dalam penggulingan kekuasaan dengan cara mengeksekusi 6 jenderal dalam peristiwa G30S.

"Saat kerja bersama saya, mereka membantah terlibat G30S. Hanya sempat belajar saja ke Hendra Gunawan. Tapi tiba-tiba mereka dituduh PKI dan ditahan militer," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tolak Perppu Cipta Kerja, Partai Buruh Gelar Demo di Patung Kuda

Tolak Perppu Cipta Kerja, Partai Buruh Gelar Demo di Patung Kuda

Foto | Sabtu, 14 Januari 2023 | 13:54 WIB

Tolak Perppu Cipta Kerja, Massa Partai Buruh Tumpah Ruah di Kawasan Patung Kuda Jakarta

Tolak Perppu Cipta Kerja, Massa Partai Buruh Tumpah Ruah di Kawasan Patung Kuda Jakarta

News | Sabtu, 14 Januari 2023 | 11:53 WIB

Jelang Imlek, Wihara Amurva Bumi Bersih-Bersih Patung Dewa

Jelang Imlek, Wihara Amurva Bumi Bersih-Bersih Patung Dewa

Foto | Sabtu, 14 Januari 2023 | 10:20 WIB

Terkini

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:30 WIB

Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa

Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa

Bola | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:29 WIB

Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi

Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi

Sumsel | Selasa, 24 Maret 2026 | 23:18 WIB

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:42 WIB

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:37 WIB

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:33 WIB

Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda

Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda

Jatim | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:15 WIB

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:10 WIB

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan

Entertainment | Selasa, 24 Maret 2026 | 22:00 WIB

Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas

Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 21:55 WIB