"Tapi tolong direalisasikan [janji hibah lahan]," kata pengajar itu menimpali perkataan mantan Wali Kota Surabaya itu.
"Saya sujud," ujar Risma kemudian langsung sujud ke kaki pengajar disabilitas tersebut.
Risma kemudian langsung dibangkitkan oleh salah satu staf Kemensos yang mendampingi kunjungan kerjanya. Sementara, pengajar itu terus berbicara.
"Jangan begitu ibu," kata pengajar itu, "Bukan seperti ini maksudnya," ujar pengajar tersebut sambil menangis.
Risma kemudian menimpali pernyataan pengajar disabilitas itu dengan menyebut apa yang dikatakannya disaksikan Allah.
"Ibu dengerin, tadi saya bilang ini saya disaksikan Gusti Allah," timpal Risma.
Salah satu pengajar bernama Tri yang kembali membahas soal hibah lahan membuat suasana semakin memanas.
"Kami pikirkan anak-anak," ujar Tri dalam video tersebut.
"Sama," ucap Risma menimpali.
Risma kemudian meminta pihak sekolah jangan hanya berfikir terkait hibah lahan saja. Ia menyarankan pihak sekoah memikirkan setelah siswa lulus harus bekerja apa dan di mana.
Ia juga berharap kawasan Wyata Guna bisa dimanfaatkan seluruhnya oleh para penyandang disabilitas. Usai memberi penjelasan panjang lebar, masih ada juga yang menyanggah pernyataan Risma.
Ia kemudian meminta kepala sekolah ikut menjelaskan dan menenangkan suasana.
"Bu Menteri sama. Sama, layani masyarakat, begitu pun saya sebagai kepala sekolah," kata Kepala Sekolah SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung Gun Gun Guntara.
Melihat suasana semakin tak kondusif, Risma meminta pengajar disabilitas yang membicarakan soal janji hibah lahan itu agar tenang.
"Bu saya sudah sujud lho bu, ibu mau saya sujud lagi? Saya enggak masalah bu," ujar Tri Rismaharini.
Melihat video unggahan Risma sujud di depan guru SLB tersebut banyak netizen yang menganggap aksi Risma sujud di depan guru disabilitas itu merupakan senjata pamungkasnya.