Politisi Ahmad Sahroni meminta polisi menindak tegas turis asing di Bali yang melanggar aturan tanpa pandang bulu. Terlebih jika sampai melakukan tindakan yang merendahkan aparat.
"Jadi peringatan untuk polisi kita juga, jangan ada lagi mental 'inlander'. Semua pelanggar aturan harus ditindak tegas," ujar Sahroni, Jumat (16/3/2023).
Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini juga mendukung wacana Pemerintah Provinsi Bali terkait larangan turis asing menggunakan sepeda motor sewaan.
Dia menilai perlu adanya aturan yang sangat ketat terkait mekanisme penyewaan sepeda motor.
Karena para turis di Bali; lanjut Sahroni, terlalu mudah mendapatkan akses sewa kendaraan.
Menurut dia, bukan hanya penyewa kendaraan saja yang harus diperhatikan. Namun penyedia jasa sewa kendaraan itu sendiri.
"Jika ingin diperbolehkan kembali nantinya, maka Pemprov Bali harus bekerja sama dengan Polda Bali untuk menciptakan aturan dan skrining yang ketat terlebih dahulu, tidak boleh turis asing seenaknya sewa motor," ujarnya.
Sahroni memandang maraknya aksi pelanggaran oleh turis asing di Bali tidak lain sebagai bentuk 'pelampiasan' atas banyaknya aturan yang diterapkan di negara asal mereka.
"Karena di negaranya harus disiplin, teratur. Nah, di Bali ini mereka kesannya mau lepas dan berbuat seenaknya tanpa aturan."
Baca Juga: Ahmad Sahroni ke Polri soal Kasus Suap Penerimaan Bintara: Usut Tuntas
"Padahal kita punya aturan ketat, ada aturan negara, adat, etika, dan lain-lain," kata Sahroni.
Dia mengapresiasi ketegasan aparat kepolisian di Bali yang optimal dalam menjalankan tugasnya menindak turis nakal karena melanggar aturan.
"Saya apresiasi aparat di lapangan yang semaksimal mungkin melaksanakan tugasnya dengan tegas. Tindakan polisi sudah tepat, turis-turis yang melanggar aturan sudah sepatutnya ditindak tegas," tuturnya.