Beredar video dengan narasi yang sebutkan Rizieq Shihab menuding penembakkan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai orderan semata.
"M€M4LUKΔN.. RIZIEQ SHIHAB TUDING PEMERINTAH,PENEMBAKAN KANTOR MUI SEBAGAI ORDERAN,APARAT GERAK CEPAT," tulis judul video yang diunggah akun Youtube SUARA POLITIK.
Pengunggah video juga menampikan thumbnail disertai narasi yang seolah-olah selaras dengan judul video.
"Breaking News! Rizieq Shihab tuding pemerintah. Penembakkan kantor MUI sebagai orderan, aparat gerak cepat," tulis narasi pada thumbnail.
Di thumbnail juga terdapat foto Rizieq Shihab seolah-olah tengah ditangkap aparat kepolisian dan tentara.
Penelusuran:
Video dengan durasi 10 menit 6 detik itu memuat informasi yang salah dan menyesatkan. Di awal video, narator sebut bahwa kubu Rizieq Shihab tuding penembakkan kantor MUI sebagai orderan.
"Kubu Rizieq Shihab tuding penembakkan kantor MUI sebagai bentuk orderan dan proyekan," kata narator di awal video.
Video juga berisi potongan klip terkait pemberitaan penembakkan kantor MUI. Di awal video, muncul klip wawancara pakar forensik, Reza Indragiri yang membahas perihal surat peninggalan si penembak kantor MUI, Mustofa.
Baca Juga: Polisi: Penembak Kantor MUI Pakai Senjata Air Gun Glock 17
Pada menit ke 2:23, narator video sebutkan juru bicara Rizieq Shihab, Aziz Yanuar terkait penembakkan kantor MUI. Narator dalam video membacakan ulang sejumlah pemberitaan media online.
Salah satu media online yang jadi sumber narator dalam video tersebut ialah dari pojoksatu.id yang berjudul 'Kubu Habib Rizieq Tuding Penembakan di Kantor MUI sebagai Proyek dan Orderan' yang diunggah pada 4 Mei 2023 pukul 14:34 WIB.
Narator dalam video mengutip ucapan Aziz Yanuar di pemberitaan tersebut perihal penembakkan kantor MUI. Kutipan yang diambil antara lain soal pekerjaan pelaku demi sesuap nasi dan orderan dari pihak jahat.
Kesimpulan:
Dari hasil penelusuran, video dengan narasi yang sebut Rizieq Shihab tuding penembakkan kantor MUI sebagai orderan sebagai jenis konten misleading disebabkan judul dan isi video tidak berkesesuaian.