Sosok kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji tengah jadi sorotan publik. Hal ini lantaran Ati disebut-sebut sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan nilai kekayaan tertinggi.
Akun Twitter @bung_madin unggah postingan yang sebut bahwa di saat Ati tercatat sebagai ASN terkaya se-provinsi Banten, ada 61 ribu anak yang menderita penyakit TBC.
"KEKUATAN MAFIA KESEHATAN PROVINSI BANTEN"Wowww.. 61.000 kasus Anak-anak yg menderita TBC, kian meningkat dan ini menjadi penyakit menular yg sangat mengerikan," cuit akun tersebut.
Sementara itu dikutip dari laman resmi Pemprov Banten, per November 2022, jumlah penderita TBC di Provinsi Banten diperkirakan mencapai 33 ribu orang. Hingga akhir Oktober 2022, Pemprov Banten sudah berhasil melakukan pendataan terhadap 28 ribu orang penderita.
Pada narasi cuitan akun @bung_madin disebutkan bahwa fasilitas kesehatan di Banten sangat buruk. Sementara kepala dinasnya memiliki kekayaan melimpah.
"Dibalik "Menderitanya" Anak2 di Banten, akan tetapi tdk bagi seorang Kadinkes Banten, yg bernama ATI PRAMUDJI yg telah menjadi orang nomor satu "ASN TERKAYA" di Provinsi Banten.
Fasilitas kesehatan di Banten pun, termasuk kedalam pelayanan publik yg sangat buruk.
Seandainya KPK tdk secepat TUPAI, Bung Madin yakin, para "Mafia" kesehatan di Banten pun akan semakin sulit di tangkap.
SELAMAT ATAS BERTAMBAHNYA KEKAYAAN IBU KADINKES BANTEN
Tunggu Kadonya ya Bu dari KPK,"
Sementara itu, dari data LHKPN atau Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang dilaporkan Kadinkes Banten merinci harta kekayaannya senilai Rp24,5 M.
Harta kekayaan Reihana di sisi lain senilai Rp 2,7 miliar berdasarkan LHKPN yang dilaporkannya pada tahun 2022.
Jumlah besar total harta kekayaan Ati disumbang oleh beberapa unit tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai daerah seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, DI Yogyakarta, Serang, hingga Badung.