Pemain keturunan Indonesia Tijjani Reijnders dirumorkan tengah diminati oleh raksasa Serie A AC Milan. Media Italia, Sempre Milan membuat laporan bahwa tim asuhan Stefano Pioli itu tertarik datangkan Tijjani Reijnders.
Menurut laporan itu disebutkan bahwa pelatih AZ Alkmmar, klub Reijnders saat itu, Pascal Jansen akui bahwa anak asuhnya itu diincar oleh AC Milan.
Namun saat berbincang dengan ESPN, Jansen menyebut bahwa itu baru sekedar rumor. Belum ada pembicaraan serius antara kedua tim.
"Saat ini saya telah melihat beberapa hal (perpindahan pemain), tetapi seperti yang kami katakan di AZ, jika ada sesuatu yang terjadi maka kami akan melaporkannya. Dalam hal transfer, ada tiga pihak yang harus sama-sama puas, salah satunya si pemain dan klub yang ingin membeli," jelasnya.
Rumornya jika AC Milan ingin datangkan pemain keturunan Indonesia itu, mereka harus gelontorkan dana mencapai 18 juta euro atau setara Rp295 miliar.
Sebelumnya, Tijjani Reijnders sempat digadang-gadang bakal jadi pemain naturalisasi timnas Indonesia. Namun ia tak berminat untuk dilatih oleh Shin Tae-yong.
Tijjani Reijnders lahir di Zwolle, pada 29 Juli 1988. Usianya baru 23 tahun. Ia memiliki darah sepak bola dari sang ayah yang juga merupakan mantan pesepak bola Belanda, Martin Reynders.
Dalam salah satu artikel di media Belanda, Elv Voetbal, Martin menjelaskan soal kemampuan putra pertamanya tersebut. Menurut Martin, putranya itu memiliki ketenangan di lapangan hijau.
"Tijjani sedikit lebih tenang dan bertindak bijaksana. Itu tercermin baik di lapangan ataupun kehidupan sehari-hari. Dia membaca permainan dengan sangat baik," ucap Martin.
Baca Juga: Timnas Indonesia Dikenal Argentina Berkat Shin Tae-yong, Sosoknya Ternyata Dihormati Lionel Scaloni
Adik dari Tijjani, Eliano juga berprofesi sebagai pesepak bola. Menurut penuturan sang ayah, kedua putranya itu memiliki kemampuan yang berbeda meski sama-sama berposisi sebagai seorang gelandang.
Menurut Martin, Eliano sangat baik sebagai gelandang serang. Sementara Tijjani ialah pemain nomor 6 atau 8 yang sangat bagus.
"Pertanyaan yang paling sering saya tanyakan adalah, mana di antara keduanya yang terbaik> Anda tidak dapat membandingkannya. Kesamaan mereka adadlah keduanya serba bisa,"