Aksi keji dilakukan pria warga Kota Tangerang Selatan, Budyanto Djauhari (38). Ia tega menganiaya istrinya berinisial TM (21) yang tengah mengandung anaknya, hingga babak belur.
Peristiwa KDRT ini terjadi di kediaman mereka di Serpong Park Cluster Diamond D6 nomor 31, Kelurahan Jelupang, Serpong Utara, Tangsel pada 12 Juli 2023.
Aksi suami KDRT istri lagi hamil itu direkam oleh warga dan videonya viral di media sosial.
Berikut 7 fakta suami KDRT istri lagi hamil di Tangsel:
1. Kabur ke Bandung
Budyanto ditangkap penyidik Polres Tangerang Selatan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (18/7/2023) dini hari.
"Tersangka BD ditangkap dini hari pukul 01.30 WIB di Kota Bandung," kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Faisal Febrianto di Mapolres Tangsel, Selasa (18/7/2023).
Faisal menambahkan, tersangka KDRT itu kabur dan berpindah-pindah ke sejumlah hotel dan apartemen di Kota Bandung.
"Tersangka melarikan diri berpindah-pindah penginapan. Tersangka gunakan bus untuk kabur ke Kota Bandung. Dia tiga kali pindah hotel dan apartemen di Bandung," kata Faisal.
Baca Juga: Ini Tampang Suami KDRT Istri Hamil di Tangsel, Ditangkap di Bandung dan Positif Narkoba
2. Positif Narkoba
Faisal mengatakan, setelah pelaku berhasil diringkus pihaknya kemudian melakukan tes urine. Hasilnya, pelaku kedapatan positif narkoba jenis sabu.
"Dari hasil tes urine diketahui tersangka konsumsi amfetamin. Tes urine dilakukan karena ada sikap tersangka yang dicurigai penyidik ke arah konsumsi narkotika," kata Faisal.
3. Motif KDRT
Kepada polisi, Budyanto mengaku motifnya melakukn KDRT karena kesal lantaran dituduh selingkuh.
Di samping itu, pelaku mengklaim korban juga mengancam akan membawa anaknya.
"Pelaku kesal istrinya protektif dan dituduh selingkuh serta ancam akan membawa anaknya," beber Faisal.
4. Sempat Tak Ditahan
Kapolres Tangsel meminta maaf karena sempat tak menahan pelaku meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Faisal mengakui adanya kesalahan penyidik yang tak menahan Budyanto meski sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Saya selaku Kapolres Tangsel, sebagai atasan penyidik memohon maaf kepada masyarakat semuanya. Tentunya kami akan melakukan evaluasi terhadap kinerja penyidik ke depannya," kata Faisal.
Faisal menerangkan, alasan pihaknya tak melakukan penahanan terhadap tersangka Budyanto Djauhari lantaran menunggu kepastian dari ahli soal luka yang dialami korban.
"Untuk keyakinan penyidik kita perlu keterangan ahli bahwa luka itu berat atau ringan. Makanya dengan jaminan orang tua tersangka kami mewajibkan lapor," terangnya.
"Masalah penahanan kita memang menunggu apabila visum keluar luka berat, kita harus tahan. Akibat kurang pekanya penyidik, masalahnya jadi viral," sambung Faisal.
5. Ancam Keluarga Korban
Budyanto mengaku bersalah telah aniaya istrinya yang tengah hamil empat bulan tersebut. Ia berdalih karena khilaf.
"Saya mengakui, saya bersalah melakukan KDRT memukuli istri saya. Saya mohon maaf, karena telah menjadi viral dikarenakan saya khilaf," kata Budyanto.
Tak hanya itu, Budyanto juga mengakui mengancam keluarga korban usai menganiaya istrinya.
"Saya mengancam, ada alasan tersendiri yang pribadi tidak bisa disampaikan," ungkapnya.
6. Residivis Narkoba
Budyanto juga membenarkan bahwa dirinya merupakan residivis kasus narkoba.
Dia diringkus oleh Polres Metro Tangerang Kota pada 2021 lalu. Dia menyebut barang bukti berupa pil ekstasi yang disita mencapai 2.000 lebih butir.
"Dulu aktif (pakai narkoba), tapi sekarang tidak. Benar saya pernah ditahan, saya bukan bandar narkoba saya disangkakan Pasal 131. Betul ada 2 ribu lebih kapsul (narkoba), saya diambil di Green Lake, barang bukti di Pinang," papar Budyanto menjawab peratanyaan wartawan.
7. Korban Luka di Hidung dan Mata
Akibat penganiayaan itu, korban alami luka di bagian hidung dan kelopak mata kiri.
"Hasil visum korban alami luka lebam kehitaman di kelopak mata kiri, bengkak dan kemerahan di kedua pipi, garis tulang hidung geser ke arah kanan dan luka lain di bagian kanan serta betis," papar Faisal.
Saat ini, Faisal menyebut, korban masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati. Korban juga akan diperiksa kejiwaannya akibat trauma yang didapat usai dianiaya.
"Kondisi saat ini mulai membaik. Korban masih di rumah sakit sampai dokter menyatakan korban boleh pulang," ungkap Faisal.
Sementara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Budyanto Djauhari dijerat Pasal 44 ayat 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.