Sosok Ketua DPRD Kota Ambon Elly Toisuta kekinian tengah jadi sorotan. Ini buntut ulah putranya, Abdi Toisuta, yang menganiaya seorang remaja hingga tewas.
Lantas siapakah Elly Toisuta? Dari partai manakah ia berasal? Berikut profil singkatnya.
Elly merupakan politisi Partai Golkar. Ia bergabung menjadi kader partai berlambang pohon beringin itu sejak tahun 1998.
Pada Pemilu 2019, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kota Ambon. Ia pun dilantik jadi Ketua DPRD Kota Ambon periode 2019-2024 pada 29 Oktober 2019.
Pelantikan Elly ini berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Maluku Nomor 240 Tahun 2019 tentang Peresmian dan Penetapan Pimpinan DPRD Kota Ambon.
Elly memiliki tiga orang anak. Salah satunya Abdi Toisuta yang telah menjadi tersangka penganiayaan terhadap remaja berinisial RRS (15) hingga tewas.
"Pelaku sudah ditangkap," kata Kabid Humas Polda Maluku Kombes M Roem Ohoirat, Selasa (1/8/2023).
Roem mengungkapkan, pihaknya juga sudah memeriksa saksi-saksi terkait penganiayaan maut ini.
"Selain periksa saksi, korban juga sudah diautopsi di RS Bhayangkara Ambon," jelasnya.
Baca Juga: Rendy Kjaernett Berdarah-darah, Lady Nayoan Memar usai Alami Kecelakaan di Tol
Atas kasus ini, Elly mengatakan menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian.
"Kami turut prihatin atas apa yang terjadi, mewakili keluarga kami menghormati dan menyerahkan penanganan proses perkara ini kepada aparat penegak hukum," kata Elly dikutip dari Antara, Selasa (1/8).
Elly juga menyampaikan berbelasungkawa dan memohon maaf atas kasus tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh anaknya hingga merenggut nyawa seorang remaja.
"Atas nama keluarga saya sampaikan permohonan maaf sedalam-dalamnya, dan turut berbelasungkawa atas meninggalnya korban," kata Elly.
Video Viral
Kasus penganiayaan anak Ketua DPRD Kota Ambon ini viral di media sosial. Peristiwa bermula saat korban dan saksi Muhammad Fajri berboncengan dari Ponegoro menuju Talake.
Mereka hendak berkunjung ke rumah saudara untuk mengembalikan jaket.
Saat masuk gapura lorong Masjid Talake, korban dan saksi hampir menyenggol pelaku. Mereka sempat adu pandang.
Pelaku lalu menghampiri keduanya. Tanpa bertanya lebih dulu, Abdi Toisuta langsung memukul bagian kepala korban yang masih menggunakan helm sebanyak satu kali.
"Kalo maso (kalau masuk) orang kompleks itu kasih suara abang-abang dong," kata pelaku kepada korban.
Pelaku lalu memukuli bagian kepala korban untuk kedua kalinya. Korban sempat berkata bahwa mereka mengendarai sepeda motor dengan perlahan.
Namun pelaku kembali memukul kepala korban untuk kali ketiga.
Akibanya, korban tertunduk di atas motor sepeda sambil meletakkan kepalanya di atas setang motor dalam keadaan pingsan.
Remaja itu kemudian dilarikan ke RS Tentara dr Latumenten Ambon sekira pukul 21.25 WIT setelah tak kunjung siuman usai sempat dievakuasi ke rumah saudaranya.
Namun, nyawa korban tak tertolong hingga dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.45 WIT.