Usai Guntur Romli, Kader PSI Ramai-Ramai Mundur, Buntut Anggap Partainya Main Mata dengan Prabowo

Suara Moots Suara.Com
Senin, 07 Agustus 2023 | 20:36 WIB
Usai Guntur Romli, Kader PSI Ramai-Ramai Mundur, Buntut Anggap Partainya Main Mata dengan Prabowo
Ketua Umum DPP PSI Giring Ganesha (kiri) menyambut kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (tengah) di Kantor DPP PSI, Jakarta, Rabu (2/8/2023). ([ANTARA])

Sejumlah kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) beramai-ramai mundur. Ini setelah mereka menganggap PSI 'main mata' dengan bakal capres Prabowo Subianto.

Setelah sebelumnya Guntur Romli, kini dua kader PSI menyatakan mundur. Keputusan mundur ini sekaligus dari pencalegan.

Kedua bakal caleg yang mundur tersebut yakni Dwi Kundoyo dan Estugraha yang mundur sebagai caleg PSI untuk DPRD DKI Jakarta dan Kota Bogor.

"Saya sekaligus menyatakan mundur sebagai caleg dan keluar dari PSI, dari keanggotaan PSI," ujar Dwi dalam keterangan pers, Senin (7/8/2023).

Mereka menilai partainya sudah bermain mata dan mulai dekat dengan bakal capres Gerindra Prabowo Subianto.

Padahal, sambung dia, pihaknya awalnya tertarik berjuang bersama PSI, karena parpol tersebut berdasarkan hasil Rembuk Rakyat yang diadakan pada Oktober 2022 menetapkan bakal capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024.

Namun, lanjut Dwi, belum sampai menunaikan amanah organisasi, PSI dinilainya sudah main mata dengan Prabowo Subianto.

"Kehadiran Prabowo ke DPP PSI, yang disambut hangat buat saya sudah mencederai semangat dan pandangan perjuangan saya selama ini,” ujar pendiri dan presidium pertama FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta) dan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pada akhir tahun '90-an itu.

Adapun Dwi sekarang merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Ganjarian Spartan, sedangkan Egha sebagai Wakil Ketua Umum di organisasi tersebut.

Baca Juga: Guntur Romli Mundur Usai PSI Disambangi Prabowo, Ini Respons Waketum PSI

Sebelumnya, pada Sabtu (5/8), Mohamad Guntur Romli mengungkapkan bahwa dirinya telah keluar dari partai PSI dan menyatakan ingin fokus mengabdi sebagai Ketua Umum Ganjarian Spartan.

"Iya, betul (resmi keluar PSI per hari ini). Saya fokus sebagai Ketua Umum Ganjarian Spartan," kata Guntur, dikutip dari Antara.

Sementara itu, dalam siaran persnya, Guntur mengatakan alasan dirinya keluar adalah karena adanya sinyal kedekatan antara PSI dan bakal capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Guntur mengaku tidak pernah diberi tahu ataupun diberi penjelasan oleh pengurus PSI terkait kehadiran Prabowo di DPP PSI, Rabu (2/8).

Dia mengatakan hanya bisa membaca dan menonton di media massa bahwa Prabowo terlihat mulai memiliki kedekatan dengan PSI.

"Alasan yang sebenarnya saya akhirnya memutuskan keluar dari PSI adalah kehadiran Prabowo di DPP PSI dan 'tondo-tondo' koalisi PSI dengan Prabowo itu tanpa dibuka terlebih dahulu ruang diskusi dan perdebatan karena terkait nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang sama-sama kita perjuangkan selama ini,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI