Sebuah KM Mutiara Berkah I yang merupakan kapal ferry jenis roro yang terbakar di Pelabuhan Indah Kiat Merak, Kota Cilegon, Banten, Rabu (6/9/2023) sekitar pukul 11.00 WIB yang biasa digunakan mengangkut penumpang rute Merak - Panjang ternyata masih berusia 20 tahun.
Hal itu diketahui dari keterangan resmi yang disampaikan oleh Kepala KSOP Kelas I Banten Captain Hermanta yang diterima oleh awak media. Menurutnya, KM Mutiara Berkah I terbakar dinahkodai oleh Nahkoda bernama Willem Dikson Kawiluge.
"Kapal KM Mutiara Berkah I jenis roro, GT 32.645 tahun pembuatan 2003 berbendera Indonesia dengan Nahkoda Willem Dikson Kawiluge tersebut terbakar saat sedang sandar dan tengah memuat kendaraan dengan rute Merak - Panjang Lampung," ucap Captain Hermanta, Rabu (6/9/2023) malam.
Sementara itu, dikutip dari laman vesselfinder.com, bahwa KM Mutiara Berkah I buatan tahun 2003 ini memiliki panjang 129 meter dengan lebar 29 meter dengan volume berat mencapai 32.645 GT (gross tonnage).
Selain itu, KM Mutiara Berkah I milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) bernomor seri 9288801 dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) dengan type sebagai kapal vessel yang dibuat di galangan kapal Ulsan, Korea Selatan.
KM Mutiara Berkah I termasuk ke dalam kapal bertipe vessel yang khusus digunakan untuk membawa kontainer berisi kargo atau muatan barang dari pelabuhan sehingga memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan kapal laut biasa lainnya.
Untuk diketahui, KM Mutiara Berkah I mengalami kebakaran di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon saat hendak berangkat menuju ke Pelabuhan Panjang, Lampung pada Rabu (6/9/2023) sekitar pukul 11.00 WIB.
Sebanyak 159 orang berhasil dievakuasi dari dalam kapal menggunakan sebuah crane. Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sebanyak 5 orang harus dirawat di rumah sakit akibat mengalami gangguan pernafasan.
Baca Juga: Korban KM Mutiara Berkah I Terbakar Bertambah, 14 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit dan Puskesmas