Bagi pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY), displin adalah harga mati. Tidak ada tawar menawar untuk hal satu ini untuk pelatih asal Korsel tersebut.
Shin Tae-yong kembali tunjukkan sisi tegasnya tanpa kenal kompromi untuk urusan displin. Jelang pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Brunei, STY marah dengan pemain Timnas Indonesia yang datang terlambat pada sesi pemusatan latihan di Jakarta.
Shin Tae-yong marah karena melihat sejumlah pemain datang terlambat di TC Timnas Indonessia. STY sebelumnya sudah mengingatkan agar pemusatan latihan Timnas pada hari ini dimulai pukul 12:00 WIB.
Faktanya, sejumlah pemain masih ada yang datang terlambat. Shin Tae-yong menyebut bahwa tingkah seperti itu tak bisa ditoleransi. Menurutnya bahwa janji itu sangat penting, sama seperti nyawa.
"Karena ada beberapa pemain yang terlambat datang ke TC (training camp) padahal TC mulai jam 12 siang tadi. Saya tegaskan janji itu sangat penting sama seperti nyawa," kata Shin Tae-yong seperti mengutip dari laporan Suara.com.
Ini untuk pertama kalinya STY bersikap tegas untuk urusan displin, sebelumnya ia sempat mencoret sejumlah nama pemain dari skuat Timnas Indonesia gegara perihal itu.
Soal displin memang bukan hal baru bagi STY. Saat masih berkarier di Korsel, STY juga dikenal sebagai pelatih sangat ketat dalam urusan displin.
Pada musim 2016-2017 saat masih jadi pelatih tim U-20 Korsel, Shin Tae-yong punya cerita tersendiri untuk urusan displin. Para pemain besutannya tak bisa berkutik dan leluasa melanggar.
Shin Tae-yong bagi anak asuhnya di skuat U-20 Korsel bukan pelatih yang suka ikut campur dalam urusan pribadi namun jika sudah berkaitan dengan masalah displin, ia akan sangat marah besar.
Salah satu pemain Korsel Seungwoo Lee sempat menarik perhatian publik karena memiliki gaya rambut tak biasa. Publik Korsel saat itu menyoroti hal tersebut, namun tidak untuk STY.
"Saya menyadari bahwa rambut Seung-woo unik. Ia mengatakan bahwa hal itu adalah keinginannya, jadi saya mengatakan bahwa saya tidak peduli dengan caranya mengekspresikan diri," ujar STY seperti dilansir dari Nate.com
Bahkan selain tidak mencampuri soal bagaimana pribadi si pemain, STY saat melatih tim U-20 Korsel bahka tidak mau mendekati kamar para pemain. Ia sangat menghormati privasi setiap pemain.
Konon saat melatih tim U-20 Korsel, STY hanya mengizinkan sebentar para pemain untuk berjalan-jalan dan menikmati kopi atau teh di waktu luang. Biasanya hal itu diberikan STY H-1 sebelum pertandigan.
"Setelah makan malam, jam 10 sampai 10:30 malam, setelah mereka bisa berjalan-jalan sebentar. Saya sendiri akan pergi tidur pukul 12. Saya bangun bangun, sarapan dan olahraga pagi. Semua pemain harus punya rutinitas itu, jadi saya suruh mereka melakukan itu, kalau hanya di dalam kamar itu akan membuat mereka malas," sambungnya.
Ditegaskan oleh STY, meski ia memberikan kebebasan namun untuk displin itu adalah harga mati. Baginya, pemain bisa hancur jika tidak terbiasa dengan displin.