Kabar PSM Makassar mendepak pemain Belanda Wiljam Pluim jadi sorotan media internasional. Salah satu media asal Pluim mengulas soal keputusan PSM pensiunkan nomor punggung 80 milik Pluim.
"Klub Indonesia pensiunkan nomor punggung 80 yang digunakan ikon klub asal Belanda," tulis judul pemberitaan Voetbal Internasional seperti dilansir Moots.Suara.com, Selasa (10/10).
Dalam ulasannya media Belanda itu menyebut soal sepak terjang Wiljam Pluim yang bermain di PSM Makassar sejak musim panas 2016. Disebut bahwa Pluim adalah pemain terhebat di klub berjuluk Juku Eja tersebut.
"Setelah tujuh tahun, masa kerja pemain asal Belanda itu di PSM telah berakhir. Dan fakta bahwa ia dipandang sebagai salah satu pemain terhebat di sejarah klub PSM Makassar,"
Sebelumnya Wiljan Pluim dikabarkan dicoret dari skuat PSM Makassar. Hal ini disampaikan oleh bos PSM, Aksa Mahmud.
Mengutip dari berbagai sumber, Aksa Mahmud mengatakan sudah meminta manajemen PSM untuk mencoret Wiljan Pluim dari skuat Juku Eja di musim ini.
Aksa mengatakan bahwa pemain asal Belanda itu sudah tua dan tak lagi sanggup untuk berlari. Sontak saja pernyataan dari bos PSM ini tuai pro kontra di publik laman sosial media.
Belakangan memang santer terdengar bahwa Pluim akan tersisih dari skuat PSM. Sejak pekan ke-11 hingga pekan ke-15 saat PSM dipecundagi Madura United 0-2, Pluim tak masuk dalam skuat Bernardo Tavares.
Wiljan Pluim terakhir dimainkan oleh Tavares pada pekan ke-10 saat PSM meraih kemenangan 1-0 atas Persis. Sebelumnya di awal musim BRI Liga 1 2023/24, Pluim masih dipercaya sebagai kapten dan andalan di lini tengah PSM.
Wiljan Pluim sudah sejak 2016 bermain untuk PSM. Pluim direkrut PSM dari klub Vietnam Binh Duong FC pada 1 Agustus 2016. Sosok Pluim bukan pemain sembarangan di PSM.
Bisa dibilang ia adalah legenda hidup PSM saat ini. Bermain sejak 2016, Pluim sudah memberikan 2 gelar juara Liga Indonesia kepada PSM Makassar.
Sebagai gelandang serang, Pluim telah memainkan 178 caps dan mencetak 47 gol serta 51 assist untuk PSM Makassar. PSM ialah klub kedua Pluim di Asia setelah Binh Duong FC.
Karier Pluim lama dihabiskan di Belanda. Ia sempat bermain untuk Willem II, Roda JC, PEC Zwolle hingga Vitesse Arnhem.