- Ribuan guru CNTE memblokade akses Stadion Azteca, Meksiko, menuntut kenaikan gaji dan reformasi sistem pensiun sebelum Piala Dunia.
- Pemerintah Meksiko mengerahkan ribuan aparat keamanan untuk menghalau demonstran agar laga pembuka turnamen tetap berjalan sesuai jadwal.
- Presiden Claudia Sheinbaum menegaskan upacara pembukaan Piala Dunia 2026 akan tetap berlangsung meskipun situasi keamanan di lapangan tegang.
Suara.com - Ketegangan mewarnai persiapan Piala Dunia 2026 setelah ribuan demonstran memblokade akses menuju Stadion Azteca, hanya 48 jam sebelum laga pembuka.
Aksi ini dipimpin oleh guru-guru dari Coordinadora Nacional de Trabajadores de la Educación (CNTE) yang menuntut kenaikan gaji dan reformasi sistem pensiun.
Para demonstran menutup salah satu jalur utama menuju stadion dan berjanji akan terus melanjutkan mobilisasi.
“Kami berniat mencapai stadion,” ujar salah satu peserta aksi seperti dilansir dari TycSport.
Pemerintah Meksiko bergerak cepat dengan mengerahkan ribuan aparat keamanan serta memasang barikade beton sekitar satu kilometer dari stadion.
Hingga laporan terakhir, massa belum berhasil mencapai area Azteca, namun situasi tetap tegang.
![Ketegangan mewarnai persiapan Piala Dunia 2026 setelah ribuan demonstran memblokade akses menuju Stadion Azteca, hanya 48 jam sebelum laga pembuka. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/10/38482-demo-di-meksiko.jpg)
Presiden Claudia Sheinbaum memastikan upacara pembukaan tetap berjalan sesuai rencana.
“Piala Dunia akan tetap dinikmati. Kami melihat ini sebagai provokasi, tetapi situasi akan kami tangani,” ujarnya.
Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes yang telah berlangsung beberapa hari di ibu kota.
Selain menuntut kenaikan gaji, para guru juga mendesak pencabutan undang-undang pensiun dan dampak reformasi pendidikan 2007.
“Kami menginginkan pensiun yang layak. Pemerintah harus duduk bersama kami untuk bernegosiasi,” kata perwakilan demonstran.
Mereka juga menegaskan akan melanjutkan mogok kerja hingga tuntutan dipenuhi.
Di tengah eskalasi ini, pemerintah Meksiko menyiapkan lebih dari 100 ribu personel keamanan untuk mengamankan jalannya turnamen di berbagai kota tuan rumah.
Laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan dijadwalkan berlangsung di Stadion Azteca pada Kamis waktu setempat.
Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini menghadapi ujian pertama bahkan sebelum resmi dimulai.
Ketidakstabilan situasi di Mexico City berpotensi menjadi sorotan dunia di hari pembukaan.