Pasangan capres dan cawapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (19/10).
Anies-Muhaimin datang ke kantor KPU memakai baju kemeja putih, celana dan peci warna hitam. Saat tiba di kantor KPU, pasangan Anies-Muhaimin mendapat selendang batik.
Dari foto yang hasil jepretan jurnalis Suara.com, selendang batik itu kemudian dikenakan Anies-Muhaimin saat berfoto dengan ketua KPU Hasyim Asy'ari.
Terlihat selendang batik yang dikalungi kepada pasangan Anies-Muhaimin berwarna merah dan hitam. Terlihat corak seperti kuda berwarna putih di selendang batik tersebut.
Bicara soal batik, Anies Baswedan sempat tersandung berita hoax. Ia sempat dituding menghina baju batik. Pada akhir Desember 2022 sempat beredar potongan video Anies saat berpidato.
Pada video berdurasi 43 detik itu, Anies Baswedan dianggap menyatakan penggunaan baju batik yang menjadi identitas Indonesia merupakan pelanggaran.
Namun faktanya, video tersebut hanya potongan yang tidak utuh menjelaskan pidato Anies Baswedan. Diketahui, bahwa pidato tersebut dilakukan Anies menghadiri acara kuliah pakar Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muslim Indonesia (UMI) pada 10 Desember 2022.
Video lengkap pidato Anies Baswedan juga terdapat di YouTube dengan judul ‘LIVE KULIAH PAKAR ANIES BASWEDAN DI UMI MAKASSAR‘.
Di video tersebut, Anies berbicara soal transformasi pendidikan di Indonesia. Dia menyebut bahwa dunia pendidikan saat ini sudah terbukti menjadi eskalator sosial ekonomi bagi anak-anak generasi bangsa.
Baca Juga: Gema Takbir dan Shalawat Berkumandang saat Lautan Massa Pendukung Antar Anies-Muhaimin ke KPU
Dalam potongan video tersebut Anies menjelaskan asal usul batik yang pada awalnya digunakan sebagai kain “jarik” (bawahan). Pakemnya dulu, kaum lelaki selalu memakai baju kemeja polos ataupun lurik dan tidak berkemeja dengan bermotif “gambar”.
Suatu saat ada yang mengambil langkah kebaruan. Perancang busana menggunakan kain hasil membatik itu bukan sebagai jarik, tapi jadi kemeja bagi lelaki. Upaya itu mengejutkan karena menerobos kebiasaan, menerobos tradisi.
Sebagian pihak juga menyebut itu adalah "pelanggaran pakem". Namun, pelanggaran itu tidak lagi diketahui dan diingat karena kemeja batik sudah jadi “tradisi” baru sampai internasional.
Dengan demikian, potongan video yang menyatakan pidato Anies disebut menghina batik merupakan pernyataan kurang lengkap atau misinformasi, karena terdapat konteks lain pada pidatonya.