Parlemen Belgia Bersiap Berikan Anak-anak "Hak untuk Mati"

admin

Rabu, 12 Februari 2014 | 18:28 WIB
Parlemen Belgia Bersiap Berikan Anak-anak "Hak untuk Mati"
Ilustrasi anak sakit tengah dirawat di RS. (Foto: FreeDigitalPhotos)

Suara.com - Belgia, salah satu di antara sedikit saja negara di mana euthanasia (suntik mati) dilegalkan, dalam pekan ini bisa jadi akan memasuki era baru yang tak diperkirakan sebelumnya. Tepatnya, parlemen negeri itu diprediksi akan mengesahkan (revisi) undang-undang yang menghapus batasan usia siapa yang bisa disuntik mati, yang berarti anak-anak pun kelak akan termasuk di dalamnya.

Rancangan undang-undang itu sendiri sejauh ini tampak mendapat dukungan luas di negara yang secara umum beraliran liberal itu. Namun sebenarnya, ada cukup banyak juga penentangnya, termasuk di antaranya sejumlah dokter anak, serta masyarakat awam yang belakangan kerap menggelar unjuk rasa di jalanan. Kekhawatiran meeka yang kontra terutama adalah bahwa anak-anak yang dalam kondisi rentan akan "dipaksa" mengambil keputusan akhir yang dampaknya sama sekali tak bisa dibalikkan.

Namun para pendukungnya memiliki alasan kuatnya sendiri. Salah satunya adalah dokter anak terkenal di Brussles, Dr Gerland van Berlaer, yang merasa hal tersebut akan menjadi sesuatu yang jauh lebih baik. Menurutnya, undang-undang itu akan sangat spesifik, dengan hanya bakal memberlakukannya kepada misalnya, para anak perempuan atau laki-laki yang menderita kanker stadium akhir, atau penyakit parah lainnya, serta mereka yang merasakan sakit tak tertahankan. Sementara, sesuai undang-undang yang saat ini berlaku, pihak medis hanya akan membiarkan anak-anak itu meninggal secara alamiah, atau menunggu sampai mereka berusia 18 tahun agar bisa meminta disuntik mati.

"Kita bicara tentang anak-anak yang benar-benar berada di bagian akhir hidupnya. (Ini) Bukan soal mereka masih punya beberapa bulan atau beberapa tahun (masa hidup). Soalnya hidup mereka pasti akan berakhir juga," ungkap Van Berlaer yang mengepalai klinik pada Unit Kritis Anak-anak di University Hospital Brussels.

"Pertanyaan yang (kerap) mereka tanyakan kepada kami adalah: 'Jangan buat aku meninggal dengan cara buruk dan menyakitkan. Biarkan aku pergi sekarang, ketika masih seperti seorang manusia dan selagi aku masih punya harga diri'," tambahnya.

Senat Belgia sendiri telah mencatatkan hasil voting 50 banding 17, pada 12 Desember 2013 lalu, terhadap perubahan Undang-Undang Euthanasia yang awalnya dibuat tahun 2002 itu, agar bisa juga berlaku pada anak-anak meski dengan sejumlah persyaratan. Di antara syarat-syaratnya itu adalah adanya persetujuan orang tua, serta bahwa seorang anak yang menginginkan euthanasia harus menunjukkan "kapasitas mampu berpikir benar dan lurus" di depan seorang psikiater dan psikolog.

Majelis Perwakilan Rakyat, kamar lainnya dari Parlemen Belgia, baru dijadwalkan untuk membahas perubahan undang-undang ini pada Rabu (12/2) waktu setempat, untuk menyetujui poin-poin perubahannya. Lalu sehari kemudian, baru akan dilakukan voting, di mana banyak orang memprediksi undang-undang itu akan diloloskan.

Raja Philippe selaku kepala negara secara konstitusional harus menandatangani undang-undang itu sebelum bisa berlaku. Sejauh ini, pemimpin berusia 53 tahun yang memiliki empat orang anak tersebut tidak mengeluarkan pendapat, serta tak menunjukkan sikap pro maupun kontra. Namun seperti dikatakan juru bicaranya, Pierre De Bauw, itu adalah hal lazim.

"Kami (Kerajaan) tak pernah memberikan komentar tentang undang-undang atau peraturan apa pun yang tengah didiskusikan di Parlemen," tutut De Bauw.

Lagi-lagi, meski polling opini yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa 75 persen orang Belgia mendukung perubahan undang-udang ini, penentangan secara lantang terus bermunculan.

"Kita sekarang membuka sebuah pintu yang tak seorang pun akan mampu menutupnya," tegas Andre Leonard, archbishop untuk Mechelen-Brussels yang juga adalah Kepala Episcopal Conference of Belgium.

"Terdapat sebuah risiko konsekuensi yang sangat serius dalam jangka panjang bagi masyarakat, serta terhadap pemahaman yang kita berikan untuk kehidupan, kematian, dan kebebasan manusia," tambahnya. (AP)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Sleepy Savanna: Teman Manis untuk Menemani Anak Sebelum Tidur

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Anak Susah Fokus? Ini 3 Rekomendasi Vitamin Otak di Apotek Beserta Harganya!

Anak Susah Fokus? Ini 3 Rekomendasi Vitamin Otak di Apotek Beserta Harganya!

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Eksploitasi Terselubung: Bahaya Nyata Sharenting bagi Masa Depan Anak

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Suami dan Anak Malas Bantu Beres-Beres Rumah? Jangan-Jangan Akibat Keseringan Diomeli!

Suami dan Anak Malas Bantu Beres-Beres Rumah? Jangan-Jangan Akibat Keseringan Diomeli!

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Bukan Cuma Main Game: Mengapa Anak SD Sekarang Lebih Betah di Roblox?

Bukan Cuma Main Game: Mengapa Anak SD Sekarang Lebih Betah di Roblox?

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 11:28 WIB

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

KPAI Minta Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP di Serpong Tak Berhenti di Mediasi

News | Rabu, 30 September 2026 | 18:27 WIB

Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas

Review Milk & Mocha Our Little Moments, Komik Hangat yang Bikin Gemas

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:49 WIB

Bukan Cuma Cuaca Ekstrem, Krisis Iklim Juga Ancam Gizi Anak: Kenapa?

Bukan Cuma Cuaca Ekstrem, Krisis Iklim Juga Ancam Gizi Anak: Kenapa?

Health | Rabu, 30 September 2026 | 14:54 WIB

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Dunia Bermain Masuk ke Runway, Fashion Anak Tampil Lebih Playful dan Ekspresif

Dunia Bermain Masuk ke Runway, Fashion Anak Tampil Lebih Playful dan Ekspresif

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 12:34 WIB

Terkini

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

BRI Dukung Kontingen Indonesia di Asian Games AichiNagoya 2026, Kobarkan Semangat Merah Putih

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Urutan Skincare Pagi Lengkap sebelum Ditimpa Makeup dan Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Bupati Purwakarta Minta Proyek Data Center AI BDx Lengkapi Amdal dan PBG

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Comeback Epik F1 Sepang 2026: Dikepung Kabut Asap Karhutla hingga Ancaman Cuaca Ekstrem

Your Say | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:57 WIB

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Mutasi Besar-besaran Pasca Jenderal Suyudi Jadi Kapolri, Kapolda Riau Diganti

Riau | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:41 WIB

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Survei: 73,8 Persen Ojol Gabung Karena Tidak Punya Pilihan Lain

Sulsel | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:33 WIB

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Ciri-ciri Flek Hitam akibat Okronosis dan Apakah Bisa Disembuhkan?

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 09:20 WIB

×