BNN Sita Sabu Termahal

admin | Suara.com

Senin, 17 Februari 2014 | 16:50 WIB
BNN Sita Sabu Termahal
Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar barang bukti sabu yang berasal dari Guangzhou, Cina, di Jakarta, Senin (17/2). Sabu tersebut memiliki kualitas dan harga lebih mahal dari sabu asal India. [MATAMATA/Bowo Raharjo]

Suara.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan penyelundupan narkoba berjenis sabu seberat 5.074,1 gram. Petugas menangkap 4 orang tersangka yang diduga sebagai otak penyelundupan. Kuat dugaan para pelaku sudah berulang kali memasok narkoba dari Malaysia ke Indonesia melalui Aceh via jalur laut.

Pengungkapan kasus tersebut berawal pada tanggal 9 Februari 2014. Petugas mendapatkan informasi tentang adanya penyelundupan narkoba dari malaysia. Untuk membongkar kasus ini, BNN berkerja sama dengan Dirjen Bea dan Cukai Medan.

Deputi pemberantasan BNN, Deddy Fauzi Elhakim menjelaskan, saat itu waktu itu tim BNN mendapatkan informasi adanya rencana transaksi narkoba di sebuah kawasan di Aceh Timur.

"Tim BNN langsung melakukan pantauan dan berhasil mengintai 2 mobil yang sedang berhenti dan saling berhadapan di pinggir jalan di kawasan Darul Aman Aceh. Seseorang dari mobil Mitsubishi Lancer menyerahkan tas kepada seorang pria yang berada di mobil Suzuki swift," terang Deddy.

Deddy juga menambahkan, dalam proses penangkapan sempat terjadi kejar-kejaran. Petugas kemudian menghentikan laju kedua mobil tersebut. Kedua pengemudi yang berinisial SB, 23 tahun dan MS, 34 tahun berhasil dibekuk.  Pihak BNN yang memeriksa tas milik keduanya mendapati narkoba jenis sabu seberat 5.074,1 gram. Sementara pelaku lainnya ditangkap petugas di lokasi berbeda.

Deddy juga menegaskan, hasil tangkapan BNN kali ini terbilang memuaskan. Pasalnya, sabu yang disita merupakan sabu dengan kualitas paling baik. Sehingga harga barang haram tersebut 3 kali lipat lebih mahal dari biasanya.

Dari jaringan ini BNN menyita tiga mobil, rekening masing-masing tersangka, senjata rakitan milik SB, dan senjata air soft gun milik NA, serta sejumlah ponsel para tersangka. Para tersangka kini telah ditahan untuk kepentingan penyelidikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Demi Satu, Sindikat Sabu Cina-Hongkong Dibongkar di Jakarta

Satu Demi Satu, Sindikat Sabu Cina-Hongkong Dibongkar di Jakarta

News | Kamis, 20 Februari 2014 | 19:58 WIB

Terkini

Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan

Polisi Ungkap Pemicu Kericuhan Wisatawan di Pantai Wedi Awu, 4 Tersangka Diamankan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:24 WIB

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

Bareskrim Limpahkan Laporan Kasus Air Keras Andrie Yunus ke Polda Metro Jaya

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:13 WIB

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

Jangan Salahkan Dirimu! Ini Langkah yang Harus Dilakukan Penyintas Kekerasan Seksual

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:10 WIB

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

Geger Kekerasan Seksual di Pati, Cak Imin Minta Para Kiai Kumpul Deteksi Ponpes 'Nakal'

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:09 WIB

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

Dedi Congor Kabur dari Wartawan Usai Diperiksa Kasus Bea Cukai, KPK: Ada Dugaan Terima Uang

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:45 WIB

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

Cak Imin Sebut Kasus Pencabulan di Pati Alarm Darurat Pesantren: Itu Kiai Palsu, Cuma Manipulasi!

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:34 WIB

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

Banjir Bone Telan Dua Korban Jiwa, Bocah 5 Tahun Tenggelam Saat Evakuasi

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:30 WIB

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

Wamendagri Wiyagus Ajak Pemda di Asia Pasifik Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:23 WIB

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 17:04 WIB

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB