Polisi Telusuri Jejak Perampokan Rumah WNA

admin | Suara.com

Jum'at, 21 Februari 2014 | 14:06 WIB
Polisi Telusuri Jejak Perampokan Rumah WNA
Ilustrasi (Foto: Freedigitalphotos.net/Boaz Yiftach)

Suara.com - Pelaku perampokan di rumah Warga Negara Korea Selatan, Choi, di Perumahan Primer Estate Blok L15 RT7/5, Kelurahan Setu, Cipayung, Jakarta Timur, diduga berjumlah tiga orang.

Pihak kepolisian hingga kini telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban perampokan tersebut. Kapolsek Cipayung Kompol Ua Triyono mengatakan, dari pemeriksaan para saksi, pelaku diduga berjumlah 3 orang dan menggunakan topeng. Saat beraksi, para pelaku juga sempat mengancam dengan senjata tajam.

"Menurut keterangan korban ada tida orang yang masuk," ujar Kapolsek Cipayung Kompol Ua Triyono saat dihubungi, Jumat (21/2/2014).

Triyono menambahkan, dari pemeriksaan sementara, pelaku diduga masuk dengan cara memanjat tembok pembatas rumah. Lalu, pelaku langsung menuju rumah korban dan masuk dari pintu samping. Ketiga pelaku kemudian mencongkel pintu dengan menggunakan linggis. Di dalam rumah korban, pelaku menyasar kamar tidur dan mengikat penghuni rumah di lantai dua.

"Pelaku langsung membangunkan empat pemilik rumah, dan mengikat Mr Choi , istrinya, anak perempuannya yang berusia 17 tahun dan anak laki-laki yang berusia 12 tahun dengan menggunakan tambang," terangnya.

Kemudian, para pelaku mengancam dan memaksa sang istri pemilik rumah untuk membuka brangkas yang berisi uang dan perhiasan di kamarnya.

Usai merampok, para pelaku langsung kabur dan sempat menjebol tembok pembatas perumahan tersebut. Mereka kabur dengan membawa barang berharga, di antaranya uang tunai Rp12,5 juta, USD 5.800, enam buah telepon genggam dan sejumlah perhiasan.

Aksi ini baru bisa diketahui dan dilaporkan ke Polisi saat pemilik rumah baru berhasil melepaskan ikatan dan berteriak minta pertolongan.

"Ikatan anak perempuannya tidak terlalu kencang dan berhasil melepaskan diri, kemudian minta tolong," kata tegas Triyono.

Saat ini, pihak kepolisian tengah mencari jejak pelaku dengan menusuri bagian belakang komplek. Tempat itu diduga lokasi pelaku melarikan diri. Polisi juga menggunakan satu anjing pelacak untuk menyusuri pelaku. Kasus ini masih ditangani Polsek Cipayung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rumah WN Korea Dirampok, Sekeluarga Diikat

Rumah WN Korea Dirampok, Sekeluarga Diikat

News | Jum'at, 21 Februari 2014 | 11:22 WIB

Terkini

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

Tolak Damai! Tersangka Roy Suryo Cs Pilih Bertarung di Pengadilan Kasus Ijazah Jokowi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 17:07 WIB

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

Meski SP3 Rismon Terbit, Polda Metro Jaya Tegaskan Kasus Ijazah Jokowi Belum Selesai

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:55 WIB

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

Menhut Ungkap Strategi Baru Penguatan Pasar Karbon Nasional,

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:54 WIB

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

Izin Periksa Pelaku Tak Kunjung Turun, TNI Halangi Langkah Komnas HAM Usut Teror Aktivis KontraS?

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:45 WIB

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

Marak Pejabat Korupsi Gegara Biaya Politik Mahal, KPK Usul Reformasi Pembiayaan Kampanye

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:38 WIB

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Resmi Diumumkan, Ini Daftar Lengkapnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:36 WIB

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

Lonceng Kematian Kelas Menengah? Riset Sebut Populasinya Sisa 16,9%, Satu Pekerjaan Tak Lagi Cukup

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:30 WIB

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

Begal Gambir dan Ironi Residivisme: Ketika Jalanan Terasa Lebih 'Menerima' Daripada Dunia Kerja

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

Bupati Bekasi Ade Kuswara dan Ayahnya Segera Disidang

News | Jum'at, 17 April 2026 | 16:21 WIB