Dino Patti Djalal Jawab Kritik Pedas Politisi Golkar

admin | Suara.com

Senin, 24 Februari 2014 | 23:22 WIB
Dino Patti Djalal Jawab Kritik Pedas Politisi Golkar
Dino Patti Djalal bersama KH Muhaimin Tamam (Twitter @dinopattidjalal)

Suara.com - Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal menjawab tudingan yang menyebutkan dirinya Amerikasentris karena selalu mengaitkan berbagai hal di Indonesia dengan negeri Paman Sam.

"Banyak yang tanya dan kritik mengapa saya katakan para santri Pondok Pesantren As Salam, Tuban, Jawa Timur, lebih tangguh dari siswa SMA di Amerika Serikat," kata Dino dalam akun Twitter resmi di Jakarta, Senin (24/2/2014).

Dia menilai pernyataannya sangat berdasar dengan kondisi nyata pesantren tersebut saat dirinya berkunjung pada Jumat-Sabtu (14-15 Februari 2014).

Dino mengatakan semua santri di Pesantren As Salam hidup bergotong-royong, saling membantu dalam proses pembelajaran, dan berpikiran terbuka terhadap dunia luar.

"Walaupun banyak dari keluarga tidak mampu, para santri As Salam sama sekali tidak merasa rendah diri dan menyambut saya dengan penuh percaya diri," ujarnya.

Dino menambahkan selama menginap di pesantren tersebut, ada nilai nilai yang dimiliki santri As Salam, namun tidak dimiliki pelajar di AS.

Dia menyontohkan para santri yang bangun jam 03.30 WIB, lalu sholat subuh bersama, kemudian belajar kelompok dengan sistem para senior membimbing junior.

"Setelah belajar pagi, mereka mandi lalu mulai masuk sekolah pukul 07.00 WIB hingga siang hari, istirahat, sekolah kembali. Setelah itu para santri ikut kegiatan ekstrakurikuler, makan malam, belajar, dan tidur pukul 22.00 WIB," katanya.

Ciri khas lain dari pesantren itu, para santri menyambut Dino dengan tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggris. Selain itu, menurut Dino, dalam diskusi dengan para santri, pertanyaan yang dilontarkan sangat tajam dalam yang diungkapkan dalam bahasa Inggris.

"Para santri pesantren As Salam sangat disiplin, tidak pernah mengeluh dan semuanya sangat menurut dan taat pada ustadz dan ustadzah," katanya.

Sebelumnya, Ketua Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Indra J Piliang, mengkritik Dino yang ia nilai masih tahap belajar dalam politik.

"Mereka mengatakan terkejut melihat ini dan itu, menandakan sedang alami 'culture shock' masuk dalam dunia politik," kata Indra, Rabu (19/2/2014).

Indra juga mengkritik Dino yang mengatakan pondok pesantren di Indonesia lebih bagus dibandingkan sekolah di AS. Sikap itu, menurut Indra, menunjukkan 'trademark' Dino masih Amerikasentris, yaitu selalu mengaitkan berbagai hal di Indonesia dengan Amerika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dua Tantangan untuk Dongkrak Ekonomi Indonesia

Dua Tantangan untuk Dongkrak Ekonomi Indonesia

News | Jum'at, 07 Februari 2014 | 13:00 WIB

Terkini

Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:26 WIB

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

Tujuh Hari Jelang Keberangkatan, DPR Desak Kepastian Biaya Tambahan Haji

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:21 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO

Dugaan Pelecehan Seksual di FH UI, BEM Dorong Sanksi Berat hingga DO

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:12 WIB

KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar

KPK Kalah! PN Jaksel Batalkan Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:12 WIB

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

Sekutu NATO Tolak Terlibat Rencana Donald Trump untuk Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 12:10 WIB

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

Hitung-hitungan Dampak Buruk Blokade AS di Pelabuhan Iran dan Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:58 WIB

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

Bertukar Cinderamata, Prabowo Subianto Beri Miniatur Candi Borobudur ke Vladimir Putin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?

Studi Ungkap Aspal dan Beton Memerangkap Panas, Kenapa Kota Jadi Kian Menyengat?

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:55 WIB

Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin

Apa Itu MDCP? Kerjasama Militer AS-Indonesia yang Baru Diteken Sjafrie Sjamsoeddin

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:53 WIB

Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik

Pakar Hukum: Awasi Dana Asing ke NGO, Tapi Jangan Bungkam Kritik

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:44 WIB