Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang

Bangun Santoso

Minggu, 31 Mei 2026 | 13:50 WIB
Tak Perlu Tunggu 32 Tahun, Ray Rangkuti Ungkap Alasan Rezim Sekarang Lebih Cepat Digoyang
Pengamat politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
baca 10 detik
  • Pengamat politik Ray Rangkuti menyatakan tingkat keresahan masyarakat Indonesia saat ini mencapai 30 persen dibandingkan era Orde Baru.
  • Teknologi informasi dan media sosial mempercepat penyebaran isu sehingga protes massa kini dapat terjadi jauh lebih cepat.
  • Fenomena demonstrasi di depan gedung DPR pada Agustus 2025 menunjukkan perubahan sosial bisa mencapai titik jenuh secara instan.

Suara.com - Pengamat politik Ray Rangkuti memberikan analisis mendalam terkait situasi sosio politik Indonesia saat ini.

Ia menilai, meski tingkat keresahan publik terhadap tata kelola pemerintahan dan ekonomi saat ini baru mencapai kisaran 30 persen jika dibandingkan dengan era Orde Baru, namun potensi ledakan protes massa kini bisa terjadi jauh lebih cepat.

Ray mengenang kembali bagaimana sulitnya membangun gerakan mahasiswa pada tahun 1998 untuk meyakinkan publik bahwa rezim Mantan Presiden, Soeharto, harus berakhir.

Menurutnya, ada perbedaan signifikan dalam hal infrastruktur percepatan informasi.

"Saya kira kita baru di angka 30% dari apa yang pernah kita alami di era Orde Baru," ujar Ray Rangkuti dalam kanal Youtube Forum Keadilan TV, Minggu (31/5/2026).

Menurut dia, meski bebannya baru terasa 30 persen, namun arus informasi saat ini memiliki kekuatan yang berbeda.

"Tapi percepatan isunya itu jauh lebih kuat dibandingkan tentu saja ketika itu terjadi di era Pak Harto gitu. Dengan bantuan media sosial gitu ya, dengan bantuan transportasi yang jauh lebih mudah gitu, tingkat pendidikan masyarakat kita yang sudah jauh lebih tinggi gitu. Nah, itu membuat satu peristiwa itu jauh lebih cepat sampai ke masyarakat kan dibanding dengan tahun '98 gitu," tambahnya.

Ray juga menceritakan pengalamannya saat kuliah semester satu, di mana ia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangun kesadaran kolektif mahasiswa.

"Itu artinya bisa sampai 7 tahun kita membentuk itu gitu. lama sekali. Dan di era begitu demonstrasi-demonstrasi menuju camp itu itu bukan sehari dua hari digalang. Saya sendiri keliling dulu tuh 7 bulan 8 bulan sebelumnya dari kampus ke kampus," ujarnya.

baca juga

Kondisi tersebut sangat kontras dengan fenomena yang terjadi belakangan ini.

Ray mencontohkan gerakan dengan tagar "Peringatan Darurat" dengan poster biru yang viral di media sosial pada Agustus 2025 lalu.

Gerakan tersebut mampu menggalang ribuan orang untuk mengepung gedung DPR RI hanya dalam hitungan hari.

"Kalau Anda lihat pengepungan DPR ketika isu Indonesia darurat kan itu enggak lama, mungkin dua hari tagar Indonesia darurat yang biru itu muncul ribuan orang, besoknya ribuan orang sudah mengepung DPR," ujarnya.

Ia pun memberikan catatan penting bahwa kecepatan perubahan sosial saat ini tidak lagi bergantung pada durasi kekuasaan, melainkan pada titik jenuh yang bisa dicapai secara instan melalui teknologi.

"Kalau di 98 itu orang butuh berbulan-bulan untuk sampai pada satu titik kulminasi keresahan itu, ini (sekarang) hitungan hari bisa terjadi. Kalau di era 98 ya, Soeharto membutuhkan 32 tahun untuk kemudian orang merasa jenuh, jenuh itu sekarang tuh enggak butuh (lama),” ujarnya. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 16:05 WIB

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Sindir Jakarta Sibuk Urus IHSG, Andi Widjajanto: Di Jogja Kami Mikir Republik!

Bisnis | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:38 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Ratusan Aktivis dan Intelektual Gelar Konferensi Republik Soroti Krisis Demokrasi hingga Oligarki

Ratusan Aktivis dan Intelektual Gelar Konferensi Republik Soroti Krisis Demokrasi hingga Oligarki

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:00 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB

Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Agenda Keliling Indonesia Jokowi, Pengamat Nilai Ada Target Politik 2029

Video | Jum'at, 29 Mei 2026 | 09:30 WIB

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

'Kartu Mati' MK untuk Parpol: Mengapa Keterwakilan 30 Persen Perempuan Kini Jadi Syarat Wajib?

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 08:34 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×