Pesawat Malaysia Airlines Sempat Berbalik Arah Sebelum Hilang dari Radar

Liberty Jemadu | Suara.com

Minggu, 09 Maret 2014 | 22:19 WIB
Pesawat Malaysia Airlines Sempat Berbalik Arah Sebelum Hilang dari Radar
Ilustrasi: Pesawat Malaysia Airlines. (Shutterstock)

Suara.com - Pesawat milik maskapai Malaysia Airlines yang hilang di lautan Vietnam dilaporkan sempat berbalik arah sebelum hilang dari deteksi radar, demikian diungkap sumber dari militer Malaysia, Minggu (9/3/2014). Laporan itu menambahkan aura misterius di balik nasib pesawat yang membawa 239 penumpang tersebut.

Lebih dari 36 jam setelah kontak terakhir dengan pesawat bernomor penerbangan MH370 yang terbang dari Kuala Lumpur, ke Beijing, Cina, otoritas terkait Malaysia mengatakan telah memperluas are pencarian yang berlokasi di sekitar lautan Vietnam dan Malaysia.

Pihak berwenang juga menyelidiki setidaknya dua penumpang yang diduga menggunakan dokumen identitas palsu.

Sementara itu, terkait dugaan bahwa keamanan di bandara-bandara Malaysia sangat mudah ditembus, Perdana Menteri Najib Razak berjanji akan mengevaluasinya kembali.

"Kami akan lebih memperketatnya bila perlu, karena sekarang kami belum tahu penyebab kecelakaan itu," kata Razak seperti dikutip Reuters.

Hingga kini sudah ada empat penumpang yang dicurigai terlibat dalam hilangnya pesawat jenis Boeing 777-200ER itu. Menurut daftar penumpang yang dikeluarkan Malaysia Airlines ada dua penumpang yang menggunakan paspor curian. Paspor pertama atas nama Christian Kozel, warga Austria dan paspor kedua milik Luigi Maraldi, warga Italia. Keduanya tidak ada di dalam pesawat. Paspor mereka dilaporkan dicuri di saat berada Thailand dua tahun lalu.

Menurut laporan BBC orang yang menggunakan kedua paspor itu membeli tiket bersama-sama dan berencana terbang ke Eropa dari Beijing. Itu artinya mereka tidak membutuhkan visa Cina.

Sementara itu Menteri Transportasi Malaysia, Hishamuddin Hussein, mengatakan pihaknya tengah memeriksa identitas dua penumpang lain, selain dua orang yang menggunakan paspor Austria dan Italia tadi.

"Keempat nama itu sudah ada pada saya. Saya sudah memberikannya kepada intelijen kami dan meminta bantuan kepada badan intelijen asing," kata Hussein yang juga menteri pertahanan Malaysia itu.

"Kami melihat segala kemungkinan," imbuh dia.

Menurut data daftar penumpang yang dikeluarkan Malaysia Airlines, sebanyak 153 penumpang merupakan warga Cina, 38 warga Malaysia, 7 warga Indonesia, 6 warga Australia, 5 warga India, 4 warga Prancis, 3 warga Amerika Serikat, 2 warga Selandia Baru, 2 warga Ukraina, 2 warga Kanada, dan masing-masing satu dari Rusia, Taiwan, Italia, Belanda, dan Austria. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pesawat Hilang Kontak, Istri Indra Sempat Pingsan

Pesawat Hilang Kontak, Istri Indra Sempat Pingsan

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 20:30 WIB

FBI Selidiki Teroris dalam Malaysia Airlines

FBI Selidiki Teroris dalam Malaysia Airlines

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 20:13 WIB

10 Kecelakaan Penerbangan Paling Misterius

10 Kecelakaan Penerbangan Paling Misterius

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 18:27 WIB

 Polisi Ambil DNA Keluarga Korban Pesawat Malaysia Airlines

Polisi Ambil DNA Keluarga Korban Pesawat Malaysia Airlines

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 16:46 WIB

 Lima Kapal Indonesia Bantu Malaysia Cari Pesawat Hilang

Lima Kapal Indonesia Bantu Malaysia Cari Pesawat Hilang

News | Minggu, 09 Maret 2014 | 16:20 WIB

Terkini

Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

Intip Taktik Donald Trump Nekat Blokade Pelabuhan Iran

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:34 WIB

Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB

Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer

Indonesia dan AS Resmi Perkuat Kemitraan Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:26 WIB

Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan

Kritik JPPI Buntut Skandal Grup Chat FH UI: Belajar Hukum, Tapi Jadi Pelaku Pelecehan

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:20 WIB

Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:17 WIB

Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku

Polda Metro Bongkar Pabrik Zenith di Semarang, Sita 1,83 Ton Bahan Baku

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:15 WIB

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

Dari Moskow Prabowo Terbang ke Paris, Perluas Poros Diplomasi Strategis

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:12 WIB

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

Pramono Buka Peluang Partai Politik Ikut Naming Rights Halte, Asal Tak Ganggu Wajah Kota

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:10 WIB

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

Soal Isu Peleburan dengan Gerindra, NasDem: Tidak Masuk Akal, Kami Bukan PT Tbk

News | Selasa, 14 April 2026 | 11:05 WIB

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

Donald Trump Mau Tenggelamkan Kapal Cepat Iran Kalau Berani Mendekati Blokade Selat Hormuz

News | Selasa, 14 April 2026 | 10:58 WIB