AS Desak Palestina Bantu Cairkan Upaya Perdamaian Dengan Israel

Ruben Setiawan | Suara.com

Selasa, 18 Maret 2014 | 17:28 WIB
AS Desak Palestina Bantu Cairkan Upaya Perdamaian Dengan Israel
Presiden AS Barack Obama dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. (Reuters/Kevin Lamarque)

Suara.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama mendesak Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk membantu mencairkan pembicaraan damai dengan Israel yang kini mandek. Menurut Obama, kedua belah pihak harus mengambil resiko politik sebelum batas waktu penyelesaian masalah Israel-Palestina tanggal 29 April mendatang.

Desakan tersebut disampaikan Obama dalam pembicaraan dengan Abbas di Gedung Putih, Washington DC, hari Senin (17/3/2014) waktu setempat. Menanggapi desakan itu, Abbas mengaku sadar bahwa waktu penyelesaian krisis Timur Tengah kian menipis. Untuk itu, Abbas meminta Israel untuk membebaskan kelompok terakhir tawanan Palestina pada akhir Maret nanti. Menurut Abbas, pembebasan tawanan itu bakal menjadi bukti keseriusan Israel dalam upaya damai dengan Palestina.

Obama menegaskan bahwa dirinya akan terus membantu upaya perdamaian yang disponsori Amerika Serikat sejak awal. Obama tidak akan menyerah meski banyak yang pesimis kedua belah pihak dapat menemui kerangka kesepakatan untuk memperpanjang pembicaraan lanjutan setelah batas waktu 29 April tersebut.

"Sulit sekali. Kami akan mengambil sejumlah keputusan politik tegas dan juga resiko jika kami bisa mengembangkan pembicaraan damai ini, dan kami juga berharap bisa terus melihat perkembangan dalam beberapa hari atau beberapa minggu ke depan," kata Obama.

Salah satu yang menjadi hambatan terbesar dalam pembicaraan damai Israel-Palestina adalah tuntutan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kepada Presiden Mahmoud Abbas. Netanyahu meminta Abbas untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Palestina menolak tuntutan tersebut, karena pengakuan tersebut akan meruntuhkan deklarasi Palestina sebagai negara merdeka.

Menurut Obama, inti dari upaya perdamaian adalah penentuan wilayah Israel dan Palestina berdasarkan garis-garis batas negara yang ditentukan pascaperang Israel-Palestina tahun 1967. Abbas sepakat bahwa solusi terbaik adalah adanya pengakuan negara Palestina dengan batas-batas yang ada sebelum perang tahun 1967 itu, dengan Yerusalem sebagai ibukotanya. Namun, Netanyahu menegaskan Israel tidak akan mengakui batas-batas awal tersebut, dan tidak berkenan berbagi kota Yerusalem dengan Palestina. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'

Iran Sebar Video AI Yesus Pukul Kepala Donald Trump Sampai Jatuh ke 'Neraka'

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:48 WIB

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:29 WIB

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

Berani! Anggota DPR Polandia Pamer Bendera Israel Bergambar Nazi di Sidang Parlemen

News | Kamis, 16 April 2026 | 09:14 WIB

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

Menaker Dorong Balai K3 Perkuat Pencegahan, Tekan Angka Kecelakaan Kerja

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:39 WIB

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

Dalih Akses Sulit, Pasukan Oranye di Matraman Sapu Sampah ke Sungai: Langsung Kena SP1

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:35 WIB

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:16 WIB

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif

News | Kamis, 16 April 2026 | 08:11 WIB

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:26 WIB

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:21 WIB

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian

News | Kamis, 16 April 2026 | 07:17 WIB